Hands-on, Multisensor, Strategi Pengajaran Visual
Defisiensi pemrosesan bahasa dan pendengaran mempengaruhi kemampuan untuk mempelajari bahasa dan konsep matematika dan memecahkan masalah. Siswa mungkin memiliki masalah bahasa reseptif atau ekspresif yang secara substansial dapat mempengaruhi pembelajaran mereka dan kemampuan untuk mengekspresikan apa yang mereka tidak mengerti atau menunjukkan bagaimana mereka memecahkan masalah.
Kiat-kiat ini dapat membantu anak Anda belajar mengatasi kelemahan proses pendengaran atau ketidakmampuan belajar (LD) untuk berhasil menyelesaikan pekerjaan matematikanya.
1 -
Bermitra dengan Guru untuk Mengelola Defisit Pengolahan Bahasa dan AuditoriSemua orang tua harus secara aktif terlibat dalam pendidikan anak-anak mereka. Hal ini terutama terjadi pada anak-anak dengan ketidakmampuan belajar . Minta guru untuk:
- Ajari Anda strategi khusus yang berhasil mereka gunakan dengan anak Anda yang juga dapat digunakan di rumah.
- Kirimkan instruksi mendetail untuk pekerjaan rumah.
- Tunjukkan contoh kerja bagus untuk memperjelas harapan mereka.
- Berikan Anda kriteria penilaian untuk menentukan dengan tepat apa yang mereka ingin anak Anda lakukan.
Gunakan informasi ini untuk membantu anak Anda memahami instruksi dan menyelesaikan pekerjaan rumahnya secara akurat.
2 -
Gunakan Materi Praktis untuk Meningkatkan Pemahaman Matematika Anak AndaTingkatkan pemahaman anak Anda tentang konsep matematika:
- Gunakan benda-benda yang sudah dikenal untuk mengatur dan memecahkan masalah matematika. Barang-barang seperti uang, sereal atau permen, atau benda-benda kecil lainnya dapat digunakan untuk menunjukkan konsep-konsep seperti menambah, mengurangi, lebih besar dari, kurang dari, dan sama dengan.
- Ajarkan menggunakan metode multisensor untuk merangsang kemampuan berpikir anak Anda.
- Pertimbangkan untuk menggunakan kartu flash atau mainan matematika dan perangkat lunak komputer dengan petunjuk visual dan auditori, seperti GeoSafari Math Whiz, permainan portabel yang mengajarkan seperti kartu flash elektronik untuk penambahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Ini juga berfungsi sebagai kalkulator.
3 -
Menulis ulang Masalah Kata untuk Meningkatkan Pemahaman Auditori- Tulis kalimat yang paling penting dulu.
- Kurangi kalimat kata, hanya menyisakan yang penting untuk menyelesaikan masalah.
- Gunakan struktur kalimat sederhana seperti: Subjek / Verba / Objek.
- Gunakan hanya kata-kata yang sudah diketahui oleh siswa dan dapat divisualisasikan.
- Hindari kata ganti, Gunakan kata-kata tertentu.
- Gunakan perintah sederhana di mana "Anda" tersirat, seperti "Tambahkan angka-angka ini."
- Gunakan kalimat aktif seperti, "Joe mengendarai mobil." Hindari kalimat pasif seperti, "Mobil didorong oleh Joe."
- Hindari negatif ganda seperti, "Tidak ada mobil yang tidak merah."
4 -
Berikan Model Langkah-demi-Langkah Pemecahan MasalahUntuk ketidakmampuan belajar spesifik (SLD) dalam matematika dasar atau matematika terapan, berikan model langkah demi langkah yang menunjukkan bagaimana memecahkan masalah matematika. Buku matematika sering termasuk masalah yang mengharuskan siswa untuk membuat lompatan dalam logika untuk mempelajari keterampilan baru tanpa menunjukkan langkah-langkah yang diperlukan untuk melakukan masalah tersebut. Praktik ini dapat menggagalkan siswa dengan defisit pemrosesan bahasa karena mereka mengalami kesulitan dengan keterampilan penalaran mental berbasis bahasa yang diperlukan untuk membuat lompatan itu. Sebagai gantinya, berikan anak dengan model untuk menyelesaikan semua jenis masalah yang termasuk dalam tugas sehingga dia dapat belajar tanpa kelemahan pemrosesan verbal menghalangi.
5 -
Miliki Induk - Konferensi Guru - Minta Modifikasi untuk MatematikaPertimbangkan untuk meminta konferensi orangtua - guru. Jika anak Anda memiliki ketidakmampuan belajar didiagnosis atau memiliki rencana Bagian 504, mintalah konferensi IEP atau Bagian 504 untuk membahas strategi untuk membantu anak Anda.