8 Cara untuk Mendisiplin Anak Anda Tanpa Memukul

Disiplin strategi yang efektif dalam mengelola masalah perilaku

Memukul adalah salah satu topik pengasuhan yang paling banyak diperdebatkan. Sementara sebagian besar dokter anak dan ahli pengasuhan anak tidak merekomendasikan memukul pantat, sebagian besar orang tua di seluruh dunia mengaku memukul anak-anak mereka.

Bagi banyak orang tua, memukul pantat dapat terasa sebagai cara tercepat dan paling efektif untuk mengubah perilaku anak. Dan itu sering berhasil dalam jangka pendek. Tapi, penelitian menunjukkan hukuman fisik memiliki konsekuensi jangka panjang bagi anak-anak.

Jika Anda mencari alternatif untuk memukul, berikut delapan cara mendisiplinkan anak Anda tanpa menggunakan hukuman fisik.

1 -

Waktu habis
Comstock / Stockbyte / Getty Images

Jika Anda memukul anak Anda karena ia menjadi agresif, itu memberi pesan yang membingungkan. Alih-alih memukul, masukkan dia dalam time-out .

Time-out dapat mengajari anak-anak cara menenangkan diri, yang merupakan keterampilan hidup yang berguna. Tetapi agar waktu keluar menjadi efektif, anak-anak perlu memiliki banyak waktu positif bersama orang tua mereka.

2 -

Take Away Privileges

Meskipun pukulan hanya untuk satu atau dua menit, menghilangkan hak istimewa lebih menyakitkan. Singkirkan TV, video game, mainan favoritnya, atau aktivitas yang menyenangkan untuk hari itu dan dia akan memiliki pengingat untuk tidak mengulang kesalahan itu.

Perjelas kapan hak istimewa dapat diperoleh kembali. Biasanya, 24 jam cukup lama untuk mengajarkan anak Anda untuk belajar dari kesalahannya.

3 -

Abaikan Misbehavior Ringan

Pengabaian selektif sebenarnya bisa lebih efektif daripada memukul. Ini tidak berarti Anda harus melihat ke arah lain jika anak Anda melakukan sesuatu yang berbahaya atau tidak pantas. Tapi, Anda bisa mengabaikan perilaku mencari perhatian.

Ketika anak Anda mencoba mendapatkan perhatian dengan merengek atau mengeluh, jangan berikan kepadanya. Sebaliknya, tunjukkan padanya bahwa perilaku sopan menarik perhatian Anda.

4 -

Ajarkan Keterampilan Baru

Salah satu masalah utama dengan memukul adalah bahwa itu tidak mengajarkan perilaku yang lebih baik pada anak Anda . Memukul anak Anda karena dia mengamuk, tidak akan mengajari dia cara menenangkan dirinya saat dia kesal lagi.

Anak-anak mendapat manfaat dari belajar bagaimana memecahkan masalah , mengelola emosi dan kompromi mereka. Ketika orang tua mengajarkan keterampilan ini, itu bisa sangat mengurangi masalah perilaku. Gunakan disiplin yang ditujukan untuk mengajar, bukan menghukum.

5 -

Konsekuensi Logis

Konsekuensi logis adalah cara yang bagus untuk membantu anak-anak yang berjuang dengan masalah perilaku tertentu. Misalnya, jika anak Anda tidak makan makan malamnya, jangan biarkan dia memiliki kudapan sebelum tidur.

Atau jika dia menolak untuk mengambil truknya, jangan biarkan dia bermain dengan mereka untuk sisa hari itu. Ini dapat membantu anak-anak memahami bahwa ada hubungan langsung antara perilaku mereka dan konsekuensinya.

6 -

Konsekuensi Alam

Konsekuensi alami memungkinkan anak-anak untuk belajar dari kesalahan mereka sendiri. Misalnya, jika anak Anda mengatakan dia tidak akan memakai jaket, biarkan dia pergi keluar dan kedinginan — asalkan aman untuk melakukannya.

Gunakan konsekuensi alami ketika Anda berpikir anak Anda akan belajar dari kesalahannya sendiri. Pantau situasi untuk memastikan bahwa anak Anda tidak akan mengalami bahaya nyata.

7 -

Sistem Hadiah

Alih-alih memukul anak karena kelakuan buruk, beri dia hadiah untuk perilaku yang baik . Misalnya, jika anak Anda sering bertengkar dengan saudara-saudaranya, buatlah sistem penghargaan untuk memotivasi dia agar lebih akrab dengan mereka.

Memberikan insentif untuk berperilaku dapat mengubah perilaku dengan cepat. Hadiah membantu anak-anak untuk fokus pada apa yang seharusnya mereka lakukan daripada menjaga fokus pada perilaku mereka.

8 -

Memuji

Tangkap anak Anda menjadi baik dan Anda akan mencegah banyak masalah perilaku. Misalnya, ketika dia bermain bagus dengan saudara-saudaranya, tunjuklah. Katakan, "Anda melakukan pembagian kerja yang bagus dan bergiliran hari ini."

Ketika ada beberapa anak di dalam ruangan, berikan perhatian dan pujian paling banyak kepada anak-anak yang mengikuti aturan dan berperilaku baik. Kemudian, ketika anak yang lain mulai berperilaku, berikan pujian dan perhatian padanya juga.

Lebih