6 Langkah untuk Mendapatkan Anak-Anak Berhenti Merengek

Mengekang Merengek dan Melakukan Langkah-Langkah untuk Mencegah Masalah Perilaku yang Mengganggu ini

Merengek adalah masalah perilaku yang mengganggu, namun umum pada anak-anak. Tanpa intervensi yang tepat, anak yang cengeng mungkin berubah menjadi orang dewasa yang cengeng.

Ambil langkah-langkah untuk mengurangi rengekan dan mencegahnya menjadi kebiasaan buruk bagi anak Anda.

1. Buat Aturan Rumah Tangga tentang Rengekan

Buat aturan rumah tangga tentang rengekan, seperti, “Minta dengan baik untuk sesuatu dan terima jawabannya dengan tenang.” Ini membantu anak-anak memahami bahwa upaya mereka untuk mengubah pikiran Anda tidak akan efektif.

Pastikan pengasuh lainnya ada di halaman yang sama ketika merengek. Jika pasangan Anda atau kakek nenek menyerah untuk merengek, itu akan melemahkan aturan Anda.

2. Berikan Peringatan

Terkadang rengekan menjadi kebiasaan buruk bagi anak-anak dan mereka tidak menyadari bahwa mereka melakukannya. Berikan satu peringatan dengan mengatakan, "Tidak merengek," atau, "Ingat, kita tidak merengek di rumah kita." Ini dapat membantu membuat anak Anda lebih sadar bahwa mengemis, memohon dan meminta berulang kali merupakan rengekan.

3. Tetap Tenang dan Jangan Menyerah

Mendengarkan rengekan anak bisa terdengar lebih buruk daripada kuku di papan tulis. Namun, penting untuk tetap tenang. Ambil napas dalam-dalam, tinggalkan ruangan, atau pasang musik jika itu akan membantu Anda tetap tenang.

Apa pun yang Anda lakukan, jangan menyerah. Jika frustrasi Anda akhirnya berkata, "Baik, punya kue lain!" Anda akan mengajari anak Anda bahwa merengek adalah cara yang efektif untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Hindari memberikan jenis penguatan positif apa pun yang dapat mendorong anak Anda merengek di masa depan.

4. Abaikan Merengek

Perhatian dalam bentuk apa pun, bahkan jika itu adalah perhatian negatif, dapat mendorong perilaku terus berlanjut. Mengabaikan perilaku mencari perhatian , seperti merengek, adalah bentuk modifikasi perilaku yang efektif.

Jika anak Anda mulai merengek ketika Anda menyuruhnya untuk mengambil mainannya, dan Anda terus berbicara dengannya sambil merengek, Anda memperkuat tingkah laku.

Memberinya perhatian mendorong rengekan untuk melanjutkan. Juga, semakin lama dia melibatkan Anda dalam percakapan, semakin lama ia dapat menunda mengambil mainan.

Mengabaikan berarti Anda harus berpura-pura seolah-olah Anda tidak bisa mendengar rengekan sama sekali. Pergi tentang bisnis normal Anda dan mencoba untuk meredakan rengekan. Bersiaplah, bagaimanapun, karena kemungkinan bahwa anak Anda mungkin mulai mengeluh lebih keras ketika dia melihat bahwa Anda tidak merespons.

Lanjutkan pengabaian sampai perilaku berhenti. Akhirnya, anak Anda akan menyadari bahwa itu tidak berfungsi. Pastikan saja bahwa Anda tidak menyerah pada titik tertentu atau Anda mungkin akan membuat perilaku buruk.

5. Berikan Perhatian Positif Ketika Perilaku Berhenti

Segera setelah rengekan berhenti, berikan perhatian positif pada anak Anda. Pujilah anak Anda dengan mengatakan sesuatu seperti, “Saya suka cara Anda bermain dengan tenang sekarang!” Berikan banyak perhatian positif pada perilaku yang baik dan itu akan mendorong anak Anda untuk mencari perhatian dengan cara yang positif.

6. Mencegah Rengekan di Masa Depan

Berikan anak Anda keterampilan yang dia butuhkan untuk menangani frustrasi, kekecewaan, dan kesedihan tanpa mengeluh untuk mencegahnya melakukannya di masa depan. Ajari anak Anda tentang perasaan sehingga ia dapat mengenali perasaannya dan membantunya belajar bagaimana menghadapi perasaan yang membuat marah.

Misalnya, jika dia marah karena Anda mengatakan dia tidak bisa pergi keluar untuk bermain, bantulah dia belajar bagaimana menghadapi perasaan marah itu dengan mewarnai gambar atau melompat-lompat. Ajarkan keterampilan mengatasi yang akan membantu anak Anda menangani perasaannya dengan cara yang positif.

Ajari anak Anda keterampilan memecahkan masalah juga. Jika anak Anda sedih karena perjalanan Anda ke pantai dibatalkan karena hujan, bantu dia menemukan aktivitas di dalam ruangan. Ajari dia cara menyelesaikan masalah sendiri sehingga dia bisa mengatasi masalah tanpa merengek.