Structured Play untuk Anak Muda

Bersenang-senang Bermain Game Saat Mengajar Anak Usia Prasekolah Anda

Bisakah seorang anak belajar sesuatu bahkan ketika mereka bermain game dan bersenang-senang? Benar! Dalam dunia pendidikan prasekolah , ini disebut 'permainan terstruktur' dan ini adalah salah satu cara terbaik bagi anak-anak muda untuk belajar hal-hal baru.

Bermain terstruktur dapat mengambil banyak bentuk. Ini bisa berupa aktivitas fisik atau mental yang mengajarkan keterampilan baru anak-anak usia prasekolah.

Keterampilan dapat berupa pengetahuan dasar atau bantuan dengan perkembangan fisik mereka.

Tujuan dari permainan terstruktur adalah untuk bersenang-senang sambil mengajar anak Anda. Seringkali, anak-anak bahkan tidak tahu bahwa mereka sedang belajar dan orang dewasa juga dapat dengan senang menemukan cara-cara baru untuk membuat anak-anak tetap aktif saat belajar!

Apa itu Structured Play?

Bermain terstruktur, atau "bermain dengan tujuan," adalah kegiatan apa pun yang menawarkan kepada anak prasekolah Anda tujuan pembelajaran yang spesifik. Itu bisa belajar keterampilan hidup tertentu seperti mengajar bulan - bulan dalam setahun atau bekerja pada kemampuan fisik yang penting seperti keterampilan motorik kasar dan halus .

Kegiatan bermain dan permainan terstruktur umumnya dipimpin instruktur. Orang tua, guru, atau orang dewasa tepercaya lainnya (bahkan saudara yang lebih tua) menentukan nada untuk permainan itu. Orang dewasa kemudian membantu anak prasekolah baik memenuhi tujuan mereka atau meninjau tujuan pembelajaran.

Contoh

Permainan terstruktur, meskipun nama yang serius dan kaku, pasti memberi anak-anak kesempatan untuk bersenang-senang, itu hanya memiliki tujuan mulia di hatinya.

Terstruktur bahkan tidak harus semua yang teratur atau formal. Cukup mengajarkan anak cara melempar dengan menyuruh anak prasekolah Anda melemparkan bola ke keranjang cucian adalah bentuk permainan yang terstruktur.

Contoh lain dari permainan terstruktur meliputi:

Structured Play dan Tugas Rumah Tangga Sehari-hari

Orang tua dapat menjadi kreatif dengan anak prasekolah mereka dan memasukkan bermain ke dalam aktivitas dan tugas sehari-hari keluarga Anda. Membawa anak Anda terlibat dalam hal-hal seperti menyortir cucian atau mengambil mainan mereka mengajarkan tanggung jawab dan keterampilan lain sementara mereka berpikir mereka hanya bersenang-senang.

Berapa Banyak Play yang Harus Dimiliki Anak Prasekolah?

Menurut National Association for Sport and Physical Education, anak-anak prasekolah harus mengumpulkan setidaknya satu jam aktivitas fisik terstruktur setiap hari. Akan sulit bagi anak prasekolah untuk fokus pada satu tugas selama satu jam, sehingga banyak ahli menyarankan untuk memecah permainan menjadi lebih kecil 15 atau 20 menit.

Ini juga akan memungkinkan berbagai kegiatan sepanjang hari. Selain itu, anak prasekolah Anda cenderung tertarik mengikuti aturan dan memperhatikan apa yang Anda coba sampaikan saat Anda bermain.