Mendisiplinkan anak-anak usia sekolah dasar memiliki tantangan dan penghargaan yang unik. Sementara anak-anak usia ini lebih mampu mengartikulasikan perasaan mereka dan mendemonstrasikan kontrol diri, mendisiplinkan anak-anak besar masih membutuhkan penanganan tantrum dan air mata.
Ketika seorang anak besar mengalami kehancuran sesekali, cobalah untuk menyadari pentingnya mengajarkan rasa hormat ketika mendisiplinkan anak-anak.
Bahkan jika anak Anda menekan tombol Anda, cobalah untuk mengingat untuk berbicara kepadanya seperti yang Anda inginkan untuk diajak bicara.
Penting juga untuk diingat bahwa mendisiplinkan anak usia sekolah dapat menjadi cara untuk meletakkan dasar-dasar perilaku yang baik di tahun-tahun mendatang. Beberapa orang tua mungkin menganggap disiplin anak sebagai sesuatu yang Anda lakukan ketika seorang anak berperilaku buruk. Tetapi banyak ahli mengatakan bahwa mendisiplinkan anak-anak harus lebih banyak bekerja dengan anak Anda untuk membimbingnya menuju perilaku yang baik sehingga ia dapat membuat pilihan yang baik sendiri. Berikut adalah beberapa cara Anda dapat membimbing anak usia sekolah dasar Anda saat ia tumbuh menjadi seseorang yang dapat semakin mendisiplinkan dirinya.
Harapkan Beberapa Langkah ke Depan ... dan Sebagian Kembali
Ketika anak-anak bertambah usia dan masuk ke taman kanak-kanak dan sekolah dasar, mereka mulai mengembangkan kontrol diri yang lebih baik untuk menghadapi frustrasi dan kekecewaan. Mereka juga menjadi semakin mampu berbicara tentang perasaan mereka dan lebih mampu memahami dan mengikuti aturan.
Yang mengatakan, mereka masih muda, dan kadang-kadang dapat dengan mudah jatuh kembali ke dalam kehancuran, rengekan, dan perilaku negatif lainnya yang lebih umum pada balita dan anak usia prasekolah.
Dapatkan Anak Anda Terlibat dalam Menetapkan Batas dan Aturan
Sekarang setelah anak Anda di TK atau sekolah dasar , ia akan lebih mampu memahami mengapa beberapa aturan diperlukan (untuk kesehatan, keselamatan, dll.).
Jelaskan posisi Anda, dengarkan pendapatnya, lalu kompromi di mana Anda bisa. Jika temannya pergi tidur jam 9, tetapi Anda lebih suka bahwa waktu tidur anak Anda adalah 8, katakan padanya Anda akan mencoba 8:30 asalkan dia tidak tampak terlalu lelah di siang hari.
Jadilah Perusahaan Tentang RESPECT
Biarkan dia tahu aman untuk mengungkapkan perasaannya - selama dia melakukannya dengan hormat. Jika dia bertindak rewel dengan Anda (hei, kita semua memiliki hari-hari yang buruk, termasuk orang dewasa), katakan padanya untuk berbicara dengan Anda dengan cara yang baik. Kemudian, ketika dia lebih damai, bicaralah padanya tentang apa yang membuatnya tidak bahagia. Rasa hormat juga berlaku dua arah, jadi bicaralah kepada anak Anda seperti yang Anda inginkan agar ia berbicara kepada Anda. Jangan berteriak, katakan apa yang Anda butuhkan dengan cara yang tenang, dan ingat untuk mengatakan "tolong" dan "terima kasih."
Berikan "Do's" Alih-alih "Don'ts"
Fokus pada perilaku yang ingin Anda lihat, bukan apa yang dia lakukan salah. Daripada mengatakan, "Jangan lempar bola ke sekeliling rumah" katakan "Melakukan itu bisa merusak sesuatu. Ayo pergi keluar dan bermain. ”
Cari Tahu Apa yang Dibalik Perilaku
Mungkin dia kasar kepada teman bermain karena dia memiliki terlalu banyak kegiatan hari itu. Mundur ke belakang, dan pertimbangkan apa yang menyebabkan dia berbuat salah. Kemudian, setelah dia lebih tenang, tanyakan apa yang dia pikirkan dan rasakan.
Jaga Disiplin Anak Singkat dan Sederhana
Meskipun kelas-sekolah Anda lebih mampu memahami aturan, hindari terlalu banyak detail. Mendapatkan penjelasan panjang tentang sesuatu yang Anda ingin dia lakukan dapat membingungkan. Itu juga dapat memberi anak Anda pesan bahwa Anda tidak yakin tentang apa yang Anda katakan.
Bersikap Konsisten dan Tegas
Waktu tidur adalah waktu tidur. Hanya satu lagi (isi yang kosong) tidak bisa dinegosiasikan. Jika kamu goyah, dia akan tahu dia bisa mendorong batas lagi di lain waktu.