Kendalikan Saat Anda Mendisiplinkan Anak dengan Damai, Cinta, dan Pemahaman
Itu terjadi pada setiap orang tua — saat ketika anak Anda yang manis, menggemaskan, dan penuh cinta dapat tiba-tiba melakukan atau mengatakan sesuatu yang dapat membuat Anda gila atau bahkan menyakiti perasaan Anda. Dan akan ada di sana dan di sana bahwa Anda akan perlu melakukan upaya besar untuk tidak kehilangan ketenangan dan melatih disiplin anak yang tenang.
Tapi seperti semua konflik, butuh dua orang untuk menari. Saat Anda membimbing anak Anda menuju perilaku yang lebih baik, ingatlah bahwa Anda memiliki kekuatan untuk mengatur dinamikanya. Berikut beberapa cara Anda dapat menanamkan beberapa prinsip Zen — ajaran-ajaran yang diturunkan dari Buddhisme yang menekankan melepaskan keterikatan dan ketenangan — ke dalam gaya disiplin anak Anda. Yang dibutuhkan hanyalah kedamaian, cinta, dan pengertian.
1 -
Hapus diri Anda dari tindakan.Jika Anda merasa panas di bawah kerah, ambil halaman dari ajaran Buddha dan ambil pandangan panjang tentang konflik Anda dengan anak Anda. Akan sulit untuk melakukannya di saat-saat panas, tetapi ingatkan diri Anda bahwa Anda akan menyelesaikannya dan berusaha untuk tidak menanggapi dengan kemarahan dan rasa sakit. Anda mungkin ingin benar-benar pergi atau mengambil beberapa menit untuk menenangkan diri sebelum berbicara dengan anak Anda.
2 -
Visualisasikan sesuatu yang damai.Saat Anda mengumpulkan ketenangan Anda, pikirkan tentang sesuatu yang membuat Anda bahagia. Jalan-jalan? Makan siang dengan seorang teman? Kencan dengan pasangan Anda ? Beri diri Anda sesuatu untuk diharapkan dalam waktu dekat itu hanya untuk Anda.
3 -
Tempatkan peperangan Anda dalam perspektif.Beberapa perilaku menyusahkan, seperti pembangkangan atau backtalk , adalah bagian normal dari perkembangan anak. Ingatkan diri Anda bahwa hubungan Anda dengan anak Anda kuat dan penuh kasih, dan dapat menjadi lebih kuat ketika Anda bekerja untuk memecahkan masalah bersama.
4 -
Ingatkan diri Anda akan kekuatan Anda.Hanya karena Anda tenang, itu tidak berarti anak Anda akan mengatur dirinya kembali pada saat yang sama. Dia mungkin terus marah atau tidak menyenangkan. Tetapi dengan berbicara dengan anak Anda dengan cara yang baik — sambil mengingatkannya untuk juga berbicara dengan Anda dengan hormat — Anda menetapkan nada dan menuntunnya ke jalan yang Anda ingin dia ikuti.
5 -
Carilah hal-hal yang mungkin menyebabkan perilaku tersebut.Apakah ada perubahan signifikan di rumah Anda baru-baru ini? Mungkinkah ada sesuatu yang mengganggunya di sekolah, seperti pengganggu atau masalah mengerjakan tugas sekolah atau pekerjaan rumah? Ketika anak Anda siap untuk berbicara, cobalah untuk sampai ke akar perilakunya.
6 -
Jangan takut untuk mengeluarkan konsekuensinya.Menjadi Zen tidak berarti membiarkan anak Anda berjalan di sekeliling Anda. Entah itu waktu istirahat atau mengambil hak istimewa, pastikan Anda mengikuti hukuman. Anak-anak perlu tahu bahwa mereka tidak dapat mendorong melampaui batas yang Anda tetapkan dan menjauh darinya — jika tidak, mereka akan mendorong batas - batas selanjutnya di lain waktu.
7 -
Katakan "Aku mencintaimu" ketika kamu mendisiplinkan anak-anak.Saya selalu memastikan saya memberi tahu putra saya bahwa saya mencintainya, bahkan ketika saya menanyakan kepadanya perilaku yang lebih baik atau menjelaskan mengapa saya tidak senang dengan sesuatu yang dia lakukan. Ya, saya terkadang mendapatkan "Yah, saya tidak mencintaimu!" balas, tapi itu par untuk kursus. Dengan tetap teguh, saya membimbing anak saya untuk memahami bahwa anggota keluarga dapat memiliki konflik atau tidak setuju, tetapi jangan pernah lupa betapa mereka saling mencintai.
8 -
Luangkan waktu untuk diri sendiri.Baik itu yoga atau kickboxing, lakukan sesuatu yang mengurangi stres sehingga Anda lebih mampu menangani perilaku buruk — atau tantangan lain — pada saat berikutnya muncul.