Cara Mengatasi Masalah Perilaku Secara Efektif dan Efisien
Apakah tidak membuat frustrasi ketika Anda menempatkan anak Anda dalam waktu istirahat tiga kali dalam satu hari dan dia tidak peduli? Dan bagaimana menyebalkan ketika anak Anda tertawa ketika Anda mengambil hak istimewanya?
Kebanyakan orangtua merasa konsekuensinya tidak efektif pada satu waktu atau lainnya. Tetapi kadang-kadang, beberapa perubahan sederhana pada teknik disiplin Anda adalah semua yang diperlukan untuk mengubah perilaku anak Anda. Berikut adalah enam cara untuk membuat konsekuensi Anda lebih efektif:
1 -
KonsistenKonsekuensi positif dan negatif hanya bekerja jika mereka diberikan secara konsisten. Jika Anda hanya mengambil video game anak Anda dua dari setiap tiga kali dia memukul saudaranya, dia tidak akan belajar.
Berikan anak Anda konsekuensi negatif setiap kali ia melanggar aturan. Konsistensi adalah kunci untuk membantu anak Anda belajar bahwa ia tidak dapat lolos dari perilaku buruk.
Pastikan Anda tetap berpegang pada konsekuensi juga. Jika Anda mengambil hak istimewa sepanjang hari, jangan menyerah lebih awal. Berkomitmen untuk melakukan apa yang Anda katakan dan ucapkan apa yang Anda maksud dan perilaku anak Anda akan berubah.
2 -
Berikan Banyak Perhatian PositifHubungan yang sehat dengan anak Anda adalah fondasi yang diperlukan untuk disiplin. Jika anak Anda mencintai dan menghormati Anda, konsekuensinya akan jauh lebih efektif.
Berusahalah memberikan 15 menit perhatian positif kepada anak Anda setiap hari . Semakin banyak Anda berinvestasi dalam time-in, semakin sedikit waktu yang akan dihabiskan anak Anda dalam time-out.
3 -
Buat Konsekuensi Waktu SensitifKonsekuensi harus waktu sensitif. Mengatakan, "Anda dihukum sampai saya berkata demikian," tidak cukup jelas. Tidak juga mengatakan, "Anda tidak bisa pergi ke mana pun sampai saya dapat mempercayai Anda lagi."
Buat garis besar berapa lama konsekuensinya berlaku. Biasanya, 24 jam adalah waktu yang baik untuk mengambil sesuatu dari seorang anak. Jadi cobalah katakan, "Anda kehilangan elektronik Anda sampai saat ini besok."
Ada kalanya Anda mungkin ingin mengambil hak istimewa sampai anak Anda mendapatkannya kembali. Jika ini masalahnya, jelaskan apa yang perlu terjadi agar anak Anda mendapatkannya kembali.
Alih-alih mengatakan, "Anda tidak dapat memiliki ponsel Anda sampai saya dapat mempercayai Anda," katakan, "Anda dapat memperoleh ponsel kembali selama satu jam semalam jika Anda menyelesaikan semua pekerjaan rumah Anda."
4 -
Berikan Konsekuensi SegeraKonsekuensi terbaik adalah segera. Membuang anak Anda semalam dengan Nenek yang direncanakan untuk minggu depan tidak mungkin seefektif mengambil elektroniknya sekarang.
Konsekuensi segera memastikan anak-anak mengingat mengapa mereka mendapat masalah di tempat pertama. Jika tertunda satu minggu, mereka lebih cenderung melupakan aturan apa yang mereka langgar.
Mungkin ada waktu, bagaimanapun, bahwa itu tidak mungkin untuk memberikan konsekuensi langsung. Jika Anda menemukan anak Anda mendapat masalah di bus tiga hari yang lalu, konsekuensinya jelas akan perlu ditunda. Atau, jika dia nakal tepat sebelum dia naik bus di pagi hari, Anda mungkin harus menunggu sampai dia pulang dari sekolah sebelum Anda dapat memberinya konsekuensi.
Ketika tidak mungkin membuat konsekuensinya segera, berikan kepada anak Anda sesegera mungkin. Cukup jelaskan mengapa dia mendapat masalah sekarang dengan mengingatkannya aturan mana yang dia langgar.
5 -
Gunakan Konsekuensi sebagai Alat MengajarAda perbedaan antara konsekuensi dan hukuman . Konsekuensi harus digunakan sebagai alat pengajaran dan tidak boleh mempermalukan atau mempermalukan anak-anak. Faktanya, jenis hukuman itu membuat masalah perilaku menjadi lebih buruk, tidak lebih baik.
Konsekuensi logis adalah cara yang bagus untuk memastikan bahwa konsekuensinya sesuai dengan perilaku yang salah. Jadi, jika anak Anda menolak untuk mematikan permainan videonya, ambil video game-nya. Atau, jika dia mengendarai sepedanya di luar batas, ambillah sepedanya.
6 -
Berikan Konsekuensi dengan HematKonsekuensi menjadi kurang efektif ketika digunakan terlalu banyak. Anak-anak yang kehilangan semua hak istimewa mereka untuk jangka waktu yang lama mulai kehilangan motivasi untuk mendapatkannya kembali. Waktu habis juga menjadi kurang efektif ketika digunakan beberapa kali sepanjang hari.
Jika anak Anda membutuhkan konsekuensi yang sering, cobalah beralih. Gunakan alat disiplin lainnya, seperti sistem penghargaan , pujian , dan pengabaian aktif .
Teknik disiplin positif dapat membantu dalam membantu anak-anak membalikkan keadaan. Ini memotivasi mereka untuk meningkatkan perilaku mereka dan juga dapat membantu meningkatkan hubungan Anda di sepanjang jalan.