Gagasan untuk menciptakan ruang kelas yang bebas-bully
Penindasan telah menjadi masalah serius bagi sekolah. Dari pertengkaran fisik hingga rumor dan gosip, penindasan dapat memiliki efek jangka panjang pada pencapaian pendidikan. Akibatnya, mencegah bullying sekolah adalah hal yang sangat penting bagi pendidik. Berikut adalah 15 cara guru dapat menciptakan lingkungan yang aman dan positif bagi semua siswa mereka.
1 -
Bicara Melalui Bentuk-Bentuk Penindasan Dengan Siswa-Siswa AndaPastikan siswa-siswa Anda tahu bagaimana orang terpengaruh oleh penindasan. Bekerjalah untuk menanamkan empati dan kecerdasan emosional . Juga pastikan siswa Anda mengetahui konsekuensi untuk mengintimidasi orang lain di sekolah. Mereka harus memahami bahwa penindasan tidak ditoleransi dan akan ditangani.
2 -
Jadilah Terlihat Sepanjang Hari SekolahPastikan murid-murid Anda melihat Anda di mana saja bullying dapat terjadi seperti kamar mandi, lorong-lorong, dekat bus dan bahkan di ruang makan siang. Juga pastikan sekolah Anda memiliki pengawasan yang tepat di semua tempat-tempat intimidasi.
3 -
Menjadi Familiar Dengan Indikator PenindasanPastikan Anda dapat mengenali enam tipe pengganggu umum . Selain itu, ketahuilah bahwa anak laki - laki dan perempuan sering melakukan intimidasi secara berbeda . Misalnya, anak laki-laki sering menggunakan intimidasi fisik dan anak perempuan lebih cenderung menggunakan bullying relasional seperti mengucilkan siswa lain.
4 -
Ajarkan siswa cara menjadi penonton yang efektif.Berusaha keras untuk memberdayakan para pengamat di kelas Anda. Dorong mereka untuk melawan perilaku bullying atau melaporkannya kepada Anda atau orang dewasa lainnya. Buatlah aman bagi mereka untuk melaporkan insiden bullying.
5 -
Jaga Telinga Anda ke TanahKorban intimidasi sering takut atau malu untuk maju. Akibatnya, Anda mungkin perlu mengandalkan siswa lain untuk memberi tahu Anda ketika penindasan sedang terjadi. Identifikasi pemimpin kelas Anda di awal tahun sekolah dan check in bersama mereka. Biarkan mereka menjadi mata dan telinga Anda ketika Anda tidak bisa hadir.
6 -
Pertahankan Komunikasi Terbuka Dengan Siswa AndaBerusaha membangun hubungan dengan semua siswa Anda. Tanyakan kepada mereka bagaimana semuanya berjalan. Perhatikan tanda-tanda bahwa seseorang mungkin menindas mereka. Lakukan yang terbaik untuk mengetahui bagaimana hal-hal terjadi untuk mereka.
7 -
Bekerja dengan Orang Tua untuk Meningkatkan Kesadaran Tentang PenindasanLibatkan orang tua dalam program pencegahan bullying Anda . Tingkatkan kesadaran melalui pertemuan PTA / PTO, konferensi, buletin dan media sosial. Dorong orang tua untuk mendukung peraturan sekolah dan strategi intervensi intimidasi. Jika orang tua melaporkan insiden penindasan, pastikan untuk menyelidikinya segera.
8 -
Tetapkan Siswa ke Grup Bukannya Membiarkan Mereka Memilih Kelompok Mereka Sendiri9 -
Jadilah Advokat untuk Anti-Bullying di Sekolah AndaPastikan sekolah Anda memiliki kebijakan anti-intimidasi yang efektif. Bicarakan dengan anggota staf lainnya tentang mengembangkan budaya yang tidak menyalahkan korban. Beberapa orang keliru percaya bahwa korban bullying membawa itu pada diri mereka sendiri. Tetapi penindas harus selalu memiliki perilaku bullying. Dorong semua orang untuk mengadopsi pola pikir ini.
10 -
Menanggapi dengan Cepat dan Konsisten untuk Setiap Insiden PenindasanSaat Anda melihat bullying, segera atasi. Hindari menormalkan intimidasi dengan pernyataan seperti "anak-anak akan menjadi anak-anak." Jika Anda meminimalkan bullying, Anda mengirim pesan bahwa bullying itu OK. Ketika Anda melakukan itu, anak-anak cenderung merasa aman di sekolah dan penindasan kemungkinan akan meningkat.
11 -
Bicaralah Dengan Korban Secara Terpisah dan Secara PribadiCiptakan lingkungan di mana siswa Anda merasa aman berbicara dengan Anda. Berempati dengan bagaimana perasaannya dan berikan ide untuk mengatasi bullying . Buat komitmen kepada korban untuk membantu menyelesaikan masalah.
12 -
Bicaralah Dengan Bully Secara Terpisah dan Secara PribadiPastikan si pengganggu tidak menyalahkan korban. Sebaliknya, dorong si pengganggu untuk memiliki tingkah lakunya. Tangani perilaku bullying dan berikan disiplin yang sesuai. Kemudian, berikan gagasan siswa untuk berperilaku berbeda di masa depan.
13 -
Kembangkan Intervensi yang Tepat untuk Kedua Pengganggu dan KorbanMisalnya, korban mungkin perlu berbicara dengan penasihat konselor untuk mendapatkan kembali harga diri. Pengganggu juga dapat mengambil manfaat dari berbicara dengan konselor bimbingan untuk belajar cara berkomunikasi yang lebih baik. Tapi, jangan sampai si pengganggu dan korban mendapat konseling bersama.
14 -
Tetap Dekatkan Mata pada Korban dan PenggangguKetahui siapa mereka saat makan siang. Juga, perhatikan apa yang terjadi di taman bermain dan di bus. Pastikan tidak ada lagi insiden bullying.
15 -
Sering Check-in Dengan Korban dan PenggangguTanyakan bagaimana keadaannya dan apakah mereka mengalami masalah. Berikan alat-alat korban untuk menangani insiden intimidasi di masa depan dan untuk mendapatkan kembali kepercayaan diri. Dorong si pengganggu untuk membuat pilihan yang baik. Jangan menyimpan dendam terhadap si pengganggu. Berikan bully kesempatan untuk meletakkan masa lalu di masa lalu.