Remaja berubah secara dramatis antara usia 13 dan 19. Selama tahun-tahun ini, anak Anda akan mengembangkan identitasnya sendiri dan menjadi siap untuk mengambil tanggung jawab orang dewasa. Tahun-tahun remaja bisa penuh gejolak, tetapi perubahan suasana hati dan perubahan perilaku sering menjadi bagian dari proses.
Perkembangan remaja dibagi menjadi tiga tahap utama: masa remaja awal, remaja pertengahan, dan remaja akhir.
Masa remaja awal meliputi anak-anak usia 11 hingga 13 tahun. Remaja paruh baya termasuk remaja 14 hingga 18 dan remaja akhir mengacu pada dewasa muda antara usia 19 dan 21.
Perkembangan Kognitif
Perkembangan kognitif mengacu pada cara anak remaja Anda berpikir tentang berbagai hal. Remaja yang lebih muda cenderung mengalami kesulitan memikirkan masa depan atau memikirkan kemungkinan konsekuensi dari perilaku mereka, tetapi ini cenderung meningkat seiring waktu. Saat remaja dewasa, mereka mengembangkan kemampuan untuk berpikir secara abstrak. Alih-alih hanya berpikir dalam bentuk objek yang nyata, mereka mulai memahami konsep-konsep seperti keyakinan dan kepercayaan.
Adalah hal yang biasa bagi remaja yang lebih muda untuk berpikir bahwa mereka kebal terhadap hal buruk yang terjadi pada mereka. Adalah umum bagi mereka untuk berpikir, "Itu tidak akan pernah terjadi pada saya." Akibatnya, mereka mungkin lebih cenderung terlibat dalam perilaku berisiko.
Remaja sering berpikir mereka unik dan berpikir tidak ada yang mengerti mereka. Ketika mereka tumbuh dan dewasa, mereka mulai mengembangkan pemahaman yang lebih baik tentang dunia dan bagaimana orang lain melihatnya.
Perkembangan Fisik
Remaja biasanya mulai pubertas di awal masa remaja. Mereka tumbuh lebih tinggi, menambah berat badan, dan menjadi dewasa secara fisik. Anak perempuan menjadi berkembang secara fisik penuh selama masa remaja pertengahan dan anak laki-laki mencapai kedewasaan fisik selama masa remaja akhir.
Penampilan fisik mereka yang berubah dengan cepat dapat menyebabkan perasaan sadar diri.
Kadang-kadang remaja berjuang dengan masalah yang berhubungan dengan penampilan, seperti jerawat atau kelebihan berat badan. Masalah citra tubuh, seperti gangguan makan, juga dapat berkembang selama masa remaja.
Perkembangan sosial
Sementara anak-anak kecil lebih fokus pada keluarga, remaja mengembangkan minat yang lebih besar dalam hubungan teman sebaya. Karena mereka menginginkan kemandirian yang meningkat dari orang tua mereka, mereka cenderung lebih mengandalkan persahabatan. Tekanan teman sebaya bisa menjadi masalah karena remaja sering ingin merasakan rasa memiliki. Remaja sering berganti kelompok sebaya selama masa remaja ketika minat mereka berubah.
Perilaku memberontak terkadang umum terjadi selama masa remaja. Seorang remaja dapat mengembangkan persona yang berbeda atau melalui berbagai fase. Kadang-kadang remaja mencoba untuk mengejutkan orang tua mereka atau ingin mendapatkan tato atau tindikan sebagai sarana untuk mengekspresikan diri.
Sepanjang masa remaja, para remaja mengalami peningkatan kemampuan untuk memiliki empati terhadap orang lain. Kencan dan hubungan romantis sering menjadi penting selama masa remaja. Itu normal bagi remaja untuk mengembangkan minat seksual.
Pengembangan Emosional
Sebagian besar remaja mengalami fluktuasi besar dalam harga diri mereka. Mereka mungkin merasa baik tentang diri mereka sendiri suatu hari dan merasa sangat tidak mampu lagi.
Perubahan suasana hati adalah hal yang biasa dan terkadang, remaja kembali ke perilaku kekanak-kanakan.
Remaja mulai mengembangkan keterampilan untuk mengatur emosi mereka. Ketika mereka dewasa, mereka harus mengembangkan keterampilan untuk membantu mereka menjadi kurang emosional reaktif. Mereka dapat belajar bagaimana mengenali emosi mereka dan mengatasi perasaan tidak nyaman dengan cara yang sehat. Mereka juga dapat belajar bagaimana mengatasi konflik secara produktif.
Masalah kesehatan mental dapat muncul selama masa remaja. Depresi, gangguan kecemasan, dan gangguan perilaku terkadang menjadi jelas.