Cara Menghentikan Penindasan di Sekolah

Enam Hal yang Dapat Anda Lakukan sebagai Orangtua Peduli

Sementara banyak orang tua menganggap bahwa bullying adalah masalah yang terbatas pada sekolah menengah atau sekolah menengah, itu bisa dimulai sejak usia dini dan menjadi benih yang kuat dalam budaya sekolah pada kelas dua atau tiga.

Jika Anda adalah orang tua yang dihadapkan dengan intimidasi, Anda perlu mengambil sikap tegas agar perilaku itu dihentikan sebelum menjadi bagian yang secara de facto dari kehidupan sekolah anak.

Mendefinisikan Bullying

Definisi ini sederhana: penindasan adalah perilaku agresif yang dirancang untuk mengintimidasi atau menyiksa. Itu bisa bersifat fisik, seperti mendorong atau memukul, atau verbal, seperti menyebut nama atau menyebarkan gosip. Pada anak-anak yang lebih muda, penindasan juga dapat mencakup pengecualian, baik dengan mendesak orang lain untuk mengasingkan seseorang atau dengan membentuk geng-geng yang dikesampingkan orang lain.

Sementara cyberbullying mungkin kurang umum pada anak-anak sekolah yang lebih muda, perilaku yang sama yang mengatur bullying online dimainkan dalam kehidupan nyata.

Statistik itu mencemaskan. Menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal BMC Public Health, sebanyak 13 persen anak-anak di taman kanak-kanak dan sekolah dasar adalah korban bullying, sementara 11 persen mengaku sebagai pengganggu. Tambahan empat persen dapat digambarkan sebagai korban penggencetan, banyak di antaranya akan menjadi pengganggu di kemudian hari sebagai bentuk perlindungan diri yang salah arah.

Mengapa Anak-Anak Bully

Anak-anak yang paling sering ditargetkan oleh pengganggu adalah mereka yang cacat, yang gemuk, atau kurang mahir di sekolah atau berteman. Untuk membangun dominasi sosial, seorang pengganggu akan sering membutuhkan lebih dari sekadar nama yang tidak biasa untuk menargetkan seorang anak karena pelecehan, sering kali dengan kedok menggoda.

Anak-anak lain, sementara itu, akan mengambil bagian, baik karena mereka ingin penerimaan sosial atau takut akan dikucilkan sendiri.

Pada akhirnya, anak-anak akan menyerang hal-hal yang sama yang dilakukan banyak orang dewasa, yaitu perilaku, keyakinan, atau karakteristik yang menonjol dan menantang tatanan sosial kepada orang yang percaya bahwa dia adalah bagiannya.

Takut akan hal yang tidak biasa terkadang dapat menyebabkan anak-anak menunjukkan perilaku agresif untuk menyembunyikan ketidakamanan yang mereka sendiri tidak mengerti. Perilaku semacam itu dapat diperkuat oleh orang tua yang menunjukkan bias yang sama atau menggunakan agresi sebagai sarana untuk menangani konflik.

Apa yang Bisa Dilakukan Orang Tua

Daripada mengabaikan bullying sekolah sebagai "fase" yang pada akhirnya akan dilampaui oleh anak-anak, orang tua memiliki kesempatan unik untuk mengubah perilaku ini dengan membantu anak-anak mengatasi ketakutan, kecemasan, dan ketidakamanan yang menempatkan mereka dalam risiko.

Ada enam hal yang dapat Anda lakukan untuk membantu:

Sebagai orang tua, jangan menerima bahwa tidak ada yang bisa dilakukan. Peluang terbesar untuk perubahan bukanlah di sekolah menengah ketika dinamika sosial ditetapkan; itu di TK dan SD ketika perilaku dan kepribadian masih berkembang.

Jika pejabat sekolah gagal bertindak, sampaikan kekhawatiran Anda kepada asosiasi guru-orang tua atau ajukan keluhan resmi kepada dewan sekolah setempat. Sertakan garis besar rinci dari peristiwa intimidasi dan informasi lainnya yang dapat mendukung klaim Anda. Pada akhirnya, bagaimana Anda bertindak dapat menentukan apakah seorang anak dibiarkan menderita dalam keheningan.

> Sumber:

> Jansen, P .; Verlinden, M .; Dommisse van-Berkel, A. et al. "Prevalensi bullying dan viktimisasi di antara anak-anak di sekolah dasar awal: Apakah keluarga dan lingkungan sekolah memiliki status sosial-ekonomi?" Sekolah Umum BMC. 2012; 12: 494. DOI: 10.1186 / 1471-2458-12-494.