Balita adalah makhluk perubahan yang luar biasa. Suka dan tidak suka mereka terus berubah. Hal yang sama berlaku untuk perilaku balita . Balita menjalani perubahan perkembangan, emosional dan fisik yang demikian dalam waktu singkat. Selain itu, mereka mengembangkan bahasa dan menegaskan kemerdekaan baru mereka. Adalah normal bagi anak-anak balita untuk membuat ulah dan menunjukkan perilaku yang kurang diinginkan ketika mereka belajar tentang diri mereka sendiri dan dunia di sekitar mereka.
Berikut ini beberapa kiat untuk mengelola perilaku buruk.
1. Pertahankan Fokus pada Perilaku Balita Positif Anak Remaja Anda
Balita membutuhkan banyak kasih sayang dan perhatian untuk mendorong perilaku positif dan untuk mengalihkan tindakan yang tidak terlalu bagus. Ketika balita melakukan sesuatu yang salah, penting bagi orang tua untuk mengakui perilaku balita yang positif. Jadilah spesifik dalam pujian Anda. Misalnya, katakan: "Ada baiknya Anda dan Jason bergantian dengan sosok Batman Anda yang baru" daripada "Anda dan Jason bermain dengan baik." Komentar dan penguatan orang tua adalah apa yang membantu mengajari anak kecil perilaku balita yang benar.
2. Abaikan Perilaku Buruk Spesifik
Ini, tentu saja, mungkin tidak selalu mungkin dan keselamatan harus selalu menjadi perhatian utama. Perhatian orang tua adalah cara paling ampuh untuk memengaruhi perilaku balita. Perhatian negatif oleh orang tua kadang-kadang disukai oleh seorang balita daripada tidak ada perhatian. Ingatlah hal ini ketika memberi hadiah perilaku buruk melalui perhatian.
Sebaliknya, berikan banyak pelukan dan pujian untuk setiap perilaku balita yang positif.
3. Perhatikan Pola Perilaku Balita
Jangan membuat anak muda Anda gagal. Bersikap konsisten dan menjaga rutinitas penting untuk batita, terutama dengan tidur, makanan, dan disiplin. Hindari tugas ketika anak Anda lapar atau lelah, jika memungkinkan.
Waktu tidur adalah perjuangan bagi banyak balita karena mereka tidak memiliki kontrol diri fisik dan emosional untuk menyeimbangkan kebutuhan dan keinginan mereka. Orangtua harus menstrukturkan rutinitas harian dan malam hari yang menghilangkan diskusi dan negosiasi.
4. Gunakan Teknik 'Time Out'
Perilaku balita yang efektif ini benar-benar bekerja. Para ahli merekomendasikan untuk menempatkan seorang balita pada waktunya hingga dia diam selama sekitar tiga menit. Hindari memberi ceramah kepada anak Anda sebelum atau sesudah waktu istirahat. Komentar orang tua harus dibatasi kurang dari 10 kata. "Madison, jangan menggigit. Duduk di kursi sekarang!"
Satu kebijaksanaan terakhir. Perilaku balita (baik, buruk atau tidak) adalah fase. Dengan penguatan dan waktu positif terus menerus, balita akan keluar dari pasangan yang buruk dan bertiga dan perilaku balita lainnya dan orang tua akan menghadapi tantangan baru.