Perbaikan Kunci dari Masa Kanak-Kanak hingga Tahun-tahun Peralihan
Tweens menunjukkan berbagai perubahan kognitif, termasuk peningkatan dalam pemikiran logis. Dibandingkan dengan anak-anak kecil, logika anak-anak remaja meningkat dalam empat cara utama.
Logika Penalaran: Penampilan Luar Menjadi Kurang Penting
Anak-anak muda mulai memahami bahwa benda dan makhluk dapat mengubah penampilan luar mereka namun tetap sama. Salah satu psikolog terkemuka dalam perkembangan anak, Jean Piaget menunjukkan bahwa anak-anak kecil tidak memiliki pemahaman ini.
Piaget menuangkan cairan dari gelas tinggi dan tipis ke dalam gelas tebal, pendek tepat di depan mata mereka, anak-anak muda berpikir bahwa cairan itu menjadi jumlah yang berbeda hanya karena penampilan luar cair berubah. Pada saat mereka masih remaja, anak-anak dapat memahami bahwa jumlah cairan tidak berubah.
Perkembangan penalaran yang logis ini jelas dalam pemahaman anak-anak tentang dunia di sekitar mereka. Misalnya, sementara anak-anak kecil mungkin menjadi bingung dan kesal ketika mereka melihat seseorang berpakaian seperti Mickey Mouse enam kaki, anak-anak remaja mengerti bahwa itu adalah seseorang yang mengenakan kostum.
Anak kecil cenderung berfokus hanya pada satu fitur masalah pada satu waktu. Jadi, mereka berpikir bahwa jumlah cairan berubah karena mereka hanya memperhatikan ketinggian atau lebar kaca, bukan keduanya. Di sisi lain, remaja dapat memahami bahwa ketinggian yang lebih pendek dibuat oleh kaca yang lebih tebal, memberikan jumlah ruang yang sama secara keseluruhan.
Kemampuan untuk mempertimbangkan berbagai fitur sekaligus meluas melampaui dunia fisik. Misalnya, memungkinkan remaja untuk memahami dilema sosial yang kompleks yang memiliki banyak pro dan kontra. Mereka juga mulai melihat bagaimana tindakan oleh satu orang atau kelompok dapat mengimbangi tindakan yang dilakukan oleh orang lain atau kelompok.
Kategorisasi Meningkatkan
Ketika usia 14 tahun dimulai, anak-anak menjadi terampil dalam mengkategorikan orang dan objek, perkembangan lain dalam penalaran logis.
Tidak seperti di masa muda mereka, mereka sekarang benar-benar memahami bagaimana hal-hal dapat dikelompokkan bersama oleh sifat-sifat serupa. Mereka juga menyadari bahwa hierarki pengelompokan ada. Misalnya, mereka tahu bahwa "hewan" dapat dibagi menjadi beberapa kelompok termasuk "mamalia" dan "reptil," dan bahwa kelompok-kelompok itu dapat dipecah menjadi jenis mamalia seperti "anjing" dan "macan tutul." Mereka juga memahami bahwa selalu ada jumlah objek yang lebih besar dalam kategori yang luas (seperti "hewan") daripada ada dalam kategori tertentu (seperti "anjing"). Sementara ini mungkin tampak jelas bagi kita orang dewasa, ini adalah langkah maju yang besar dalam pemikiran logis, memungkinkan untuk kemajuan dalam matematika dan pemahaman sains.
Tweens Memahami Bahwa Hal-Hal Dapat Berubah Kembali ke Bentuk Asli
Kunci terakhir pengembangan penalaran logis adalah pemahaman tentang reversibilitas. Reversibilitas mengacu pada fakta bahwa kadang-kadang hal-hal dapat diubah dan kemudian diubah kembali lagi. Contoh sederhana yang dipahami anak-anak sejak dini adalah Anda dapat menggulung bola tanah liat menjadi ular panjang lalu menggulungnya kembali menjadi bola tanpa mengubah sifat internalnya. Pemahaman penuh tentang konsekuensi dari reversibilitas - seperti bagaimana reversibilitas dapat digunakan untuk memahami pembagian dan perkalian - terus berkembang selama lima belas tahun.
Sumber:
Berger, Kathleen. Orang Berkembang Melalui Masa Hidup. 2008. Edisi 7. New York: Worth.
Santrock, John. Anak-anak. 2009. Edisi 11. New York: McGraw-Hill.