Tips Pengasuhan untuk Meningkatkan Sikap Anak yang Tidak Bersayap

Hampir setiap orang tua mengalami beberapa momen yang merengek ketika sikap tidak tahu berterima kasih anak menjadi nyata. Apakah anak Anda berkata, “Apakah hanya itu yang saya dapatkan untuk ulang tahun saya?” Setelah membuka setumpuk hadiah, atau Anda mendengar, “Saya tidak pernah melakukan sesuatu yang menyenangkan” saat Anda berkendara pulang dari hari yang menyenangkan di taman, Anda tidak sendirian.

Sementara itu normal bagi semua anak untuk memiliki momen di mana rasa hak mereka menjadi jelas, Anda ingin memastikan sikap tidak berterima kasih anak Anda tidak menjadi permanen.

Kabar baiknya adalah, jika anak Anda berperilaku agak tidak tahu berterima kasih lebih dari yang Anda inginkan, strategi disiplin ini yang dapat membantu anak Anda menjadi sedikit lebih bersyukur:

Lembut Tapi Tegas Tunjukkan Sikap Tidak Bersikap

Ketika Anda mendengar anak Anda mengatakan atau melakukan sesuatu yang menunjukkan sikap tidak tahu berterima kasih, tunjuklah. Hindari mengatakan sesuatu seperti, "Berhentilah menjadi bocah." Sebaliknya, bersikaplah spesifik tanpa menghina.

Katakan sesuatu seperti, “Mengeluh tentang tidak mendapatkan lebih banyak hadiah adalah tidak bersyukur. Teman dan keluarga Anda berbaik hati membelikan Anda hadiah saat mereka tidak perlu membelikan Anda apa pun. ”

Secara konsisten menunjukkan insiden yang menggambarkan sikap tidak tahu berterima kasih untuk membantu anak Anda belajar perilaku merupakan ketidaksabaran.

Ajarkan Empati

Anak-anak membutuhkan bantuan untuk memahami bagaimana perilaku mereka memengaruhi orang lain. Anda dapat melakukannya dengan secara proaktif mengajar empati.

Bicaralah dengan anak Anda tentang bagaimana perkataan atau tingkah lakunya memengaruhi Anda.

Katakan hal-hal seperti, "Ketika Anda mengatakan bahwa Anda tidak pernah melakukan sesuatu yang menyenangkan, itu menyakiti perasaan saya. Saya mencoba untuk memastikan kami melakukan banyak hal menyenangkan bersama, seperti pergi ke taman atau bermain game."

Saat Anda sedang membaca buku atau menonton TV bersama, jeda dan tanyakan bagaimana perasaan karakter tertentu. Ajukan pertanyaan seperti, "Ketika bocah itu mengatakan hal-hal kejam itu, bagaimana menurut Anda yang dirasakan saudaranya?" Bantu anak Anda mengidentifikasi dan melabeli kata-kata perasaan.

Hanya Berikan Hak Istimewa Saat Mereka Diperoleh

Membasahi anak Anda dengan barang-barang material yang tak ada habisnya dan indulgensi yang tak terhitung jumlahnya akan memanjakannya . Anak-anak tidak boleh bersyukur atas apa yang mereka miliki kecuali mereka diberi kesempatan untuk mendapatkan hak istimewa mereka. Tautkan hak istimewa, seperti waktu layar dan tanggal bermain, untuk perilaku yang baik.

Jangan pernah mengacaukan suap dengan hadiah. Menyuap anak Anda hanya akan memicu sikap tidak bersyukur. Mengatakan, "Ini balon, sekarang bagus," adalah suap. Hadiah, di sisi lain, adalah tentang mengatakan, "Kamu benar-benar hebat. Kamu mendapatkan balon."

Namun, sistem hadiah akan membantunya merasa senang dengan pencapaiannya dan dia akan lebih menghargai hak istimewanya ketika dia benar-benar menghasilkannya.

Ambil Langkah untuk Menumbuhkan Rasa Syukur

Ada banyak langkah yang bisa Anda ambil untuk menumbuhkan rasa syukur pada anak-anak. Salah satu langkah terpenting yang dapat Anda ambil adalah memberi teladan bagi sikap bersyukur.

Bicaralah secara teratur tentang semua hal yang harus Anda syukuri setiap hari. Ucapkan terima kasih untuk hal-hal yang dapat diterima dengan mudah, seperti melihat pemandangan indah atau memiliki udara bersih untuk bernafas.

Tetapkan kebiasaan keluarga yang menumbuhkan rasa syukur juga. Buat tolak rasa syukur di mana setiap orang menuliskan satu hal yang mereka syukuri setiap hari.

Kemudian, pada tanggal tertentu, seperti Tahun Baru, baca semua selip kertas.

Atau, biasakan untuk berbicara tentang rasa syukur setiap hari pada waktu tidur atau di sekitar meja makan. Tanyakan kepada semua orang, "Apa bagian terbaik dari hari Anda hari ini?" Kemudian, diskusikan mengapa Anda bersyukur atas hal-hal baik di hari Anda.

Fokus pada Membantu Orang Lain

Jadikan membantu orang lain kebiasaan rutin. Bawalah anak Anda bersama Anda ketika Anda membantu tetangga yang sudah lanjut usia atau beri dia kesempatan untuk membantu Anda membuat makanan bagi seseorang yang membutuhkan bantuan.

Ajak anak Anda terlibat dalam pekerjaan amal juga. Ajari dia bahwa dia tidak pernah terlalu muda untuk membantu orang lain.

Membantu orang lain yang membutuhkan akan mengurangi pandangan egois anak Anda. Itu juga akan membantu menumbuhkan belas kasih, yang mengurangi kemungkinan bahwa anak Anda akan tidak tahu berterima kasih.

Bicara tentang menjadi baik sering. Jadikan kebiasaan sehari-hari untuk bertanya, "Apa yang Anda lakukan untuk seseorang hari ini?" atau, "Bagaimana Anda membantu membuat dunia menjadi lebih baik hari ini?" Ketika anak Anda melakukan tindakan kebaikan, ia akan lebih fokus pada apa yang bisa ia berikan, daripada menurutnya ia layak.