Berbicara kepada Anak Anda Tentang Kematian

Bagaimana cara mengatasi masalah kesedihan anak yang sulit dengan siswa sekolah dasar Anda

Anak-anak usia sekolah dasar memiliki pemahaman yang lebih baik tentang kematian — bahwa itu adalah hal permanen yang dapat terjadi pada siapa saja — dan mungkin dapat menangani kesedihan lebih baik dari yang kita duga. Pada usia ini, anak Anda mungkin telah terkena konsep kematian dan kesedihan melalui film , acara TV , buku , dan bahkan percakapan dengan teman-teman. Tetapi jika mereka tidak harus berurusan langsung dengan kematian seseorang yang dekat dengan mereka, itu masih tetap merupakan hal yang abstrak — sesuatu yang terjadi pada orang lain. Kehilangan seseorang yang dekat dengan mereka dapat mengubah semua itu.

Jika anak usia sekolah Anda harus berurusan dengan kehilangan orang yang dicintai, entah itu kematian kakek-nenek, anggota keluarga lain, atau bahkan hewan peliharaan, ia mungkin menunjukkan kesedihan dalam berbagai cara. Berikut beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk membantu anak Anda memahami kematian dan mengatasi kehilangannya:

1 -

Terbuka terhadap Pertanyaan Terkait Kesedihan Anak
RubberBall Productions / Getty Images

Anak-anak secara alami ingin tahu tentang kematian, bahkan sebelum mereka mengalami kehilangan pribadi dan kesedihan anak. Sejujur ​​mungkin sambil tetap cukup sederhana untuk anak sekolah dasar.

2 -

Jangan Hindari Kata "Kematian"

Jangan menggunakan frasa seperti, "pergi," "hilang," atau "pergi tidur" untuk merujuk pada seseorang yang meninggal, bahkan ketika berbicara dengan seorang anak TK. Ini bisa membuat lebih banyak kebingungan pada anak yang lebih muda, dan memberi siswa kelas yang lebih tua kesan bahwa kematian adalah sesuatu yang harus ditakuti dan tidak didiskusikan.

3 -

Bersikap Lurus Bersama Anak Anda

Anak saya berusia sekitar 6 tahun ketika saya membiarkan dia melihat Barnyard , sebuah film di mana sang ayah meninggal. Selama berhari-hari sesudahnya, dia putus asa dan terus bertanya apakah ayahnya atau aku bisa mati. Saya mengatakan kepadanya bahwa sangat tidak mungkin, bahwa kita sehat dan muda, dan kita sangat berhati-hati agar tidak membahayakan diri sendiri. Tapi saya tidak bilang tidak, kita tidak akan mati. Sebanyak yang saya inginkan untuk menghiburnya, saya tahu bahwa kebohongan hanya akan memberinya kepastian palsu dan akan menyebabkan ketidakpercayaan ketika dia menemukan kebenaran.

4 -

Jangan Anggap Anak Anda Memahami Segalanya Pertama Kalinya

Dia mungkin menanyakan pertanyaan yang sama berulang kali, selama beberapa minggu atau bahkan berbulan-bulan. Ada beberapa alasan untuk ini. Mungkin sulit bagi anak usia sekolah dasar untuk mencerna semuanya sekaligus. Dia mungkin juga mencoba untuk mengetahuinya dalam pikirannya melalui pengulangan. Dan informasi yang sama dapat menjadi bermakna baginya dengan cara yang berbeda ketika ia matang secara emosional dan intelektual.

5 -

Jangan takut untuk mengakui bahwa Anda tidak tahu sesuatu

Anak usia sekolah menengah mungkin membumbui Anda dengan pertanyaan tentang hal-hal seperti apa rasanya setelah Anda mati dan mengapa Anda tidak bisa masih berbicara dengan seseorang setelah dia meninggal. Lebih baik jujur ​​tentang fakta bahwa Anda tidak tahu segalanya daripada berbohong atau memberinya penjelasan yang menurut Anda dia ingin dengar.

6 -

Berharap untuk mengambil beberapa waktu

Kesedihan bisa menjadi proses, bahkan untuk orang dewasa. Pelajar kelas Anda yang sedang tumbuh mungkin tampak acuh tak acuh tentang kematian orang yang dicintai dan kemudian berantakan karena mainan rusak.

7 -

Antisipasi Beberapa Emosi

Anak Anda mungkin menjadi marah karena kehilangan seseorang. Dia mungkin merasa bersalah, terutama tentang kematian saudara atau orang tua (seorang anak kecil mungkin percaya bahwa orang tersebut meninggal karena dia "buruk.") Dia mungkin mundur, menjadi lebih melekat atau ingin datang ke tempat tidur Anda.

8 -

Pertimbangkan Membiarkan Anak Anda Menghadiri Pemakaman

Sebuah upacara dapat membantu proses anak Anda kehilangan orang yang dicintai. Tetapi pastikan untuk memperhitungkan kepribadian anak Anda dan seberapa emosional layanan itu. Jika anak Anda sangat sensitif terhadap kesedihan orang lain dan cenderung menjadi sangat sedih ketika orang lain menangis, mungkin lebih baik untuk menjaga dia di rumah.

9 -

Berikan Kamarnya untuk Berduka

Biarkan dia tahu bahwa Anda siap untuk mendengarkan atau menjawab pertanyaan tetapi jangan menekan dia jika dia tampak enggan berbicara.

10 -

Akui Perasaan Anda Sendiri

Siswa sekolah dasar lebih mungkin untuk menyesuaikan diri dengan emosi Anda, jadi jangan mencoba menyembunyikan kesedihan Anda. Meskipun Anda tidak ingin anak Anda melihat Anda berantakan — mungkin terlalu menakutkan bagi anak-anak untuk melihat sumber dukungan mereka runtuh — jangan mencoba menyembunyikan perasaan Anda. Dengan membiarkannya tahu bahwa tidak apa-apa menangis dan sedih atas kehilangan seseorang yang Anda cintai, Anda mengajari dia cara menangani kerugian dengan cara yang sehat.