Apa yang Setiap Orang Tua Harus Tahu Tentang Tinder

Bagi banyak remaja, bertemu orang baru secara online sepertinya merupakan peluang yang menarik. Seorang remaja yang berjuang untuk berteman, atau orang yang merasa seperti dicap 'kutu', dapat mencari kenyamanan dalam mengenal orang-orang di luar lingkaran sosialnya saat ini.

Sebagian besar situs kencan online membatasi pengguna di bawah umur. Tinder, bagaimanapun, tidak melarang pengguna remaja. Bahkan, Tinder mendorong remaja untuk berpartisipasi dan sekitar 7% pengguna Tinder berusia antara 13 dan 17 tahun.

Apa itu Tinder?

Tinder adalah aplikasi kencan tempat pengguna membuat deskripsi singkat tentang diri mereka dan kemudian mengunggah foto profil. Dalam beberapa menit, pengguna memiliki akses ke foto orang lain di daerah mereka yang ingin ditemui.

Foto ditampilkan satu per satu. Pengguna menggeser ke kiri saat mereka tidak tertarik untuk mengenal seseorang. Mereka menggesek ke kanan untuk menunjukkan bahwa mereka ingin lebih mengenal orang itu. Pengguna menerima pemberitahuan ketika mereka menerima kecocokan - pengguna lain yang digesek ke kanan saat melihat foto mereka.

Ketika dua orang menyatakan minat satu sama lain, mereka kemudian dapat terlibat dalam obrolan pribadi. Ini memberi pengguna kesempatan untuk berbagi informasi kontak pribadi.

Mengapa Ini Populer Dengan Remaja

Tinder mendapatkan popularitas di kalangan remaja karena beberapa alasan. Salah satu alasan utamanya adalah aplikasi ini memberikan kepuasan instan. Tidak ada profil panjang untuk diisi dan tidak perlu menunggu untuk dicocokkan dengan minat romantis potensial.

Sebaliknya, remaja dapat mulai mencari kecocokan potensial dalam beberapa menit.

Tinder juga membantu para remaja menghindari penolakan langsung. Pengguna tidak menerima jenis peringatan apa pun yang memberi tahu mereka ketika orang lain menggesek ke kiri - menunjukkan bahwa mereka tidak tertarik. Bagi banyak remaja, itu membuat Tinder merasa kurang cemas daripada meminta seseorang berkencan secara tatap muka.

Bahaya Tinder

Ada banyak potensi bahaya yang terkait dengan remaja menggunakan Tinder. Bahkan, Qustodio, bahkan menamakannya aplikasi terburuk yang pernah ada untuk remaja dan remaja. Berikut beberapa risikonya:

Jagalah Remaja Anda Aman

Bicarakan dengan remaja Anda tentang media sosial dan keamanan online. Diskusikan potensi bahaya kencan online dan temui orang melalui internet.

Dapatkan kredibilitas dengan berbicara tentang alasan mengapa mungkin menyenangkan untuk menggunakan aplikasi seperti Tinder. Bersedialah untuk mendengarkan anak remaja Anda mendiskusikan semua alasan mengapa menurutnya itu ide yang bagus. Kesediaan untuk mendengarkan akan menunjukkan pada remaja Anda bahwa Anda terbuka untuk melakukan percakapan yang tulus, daripada ceramah satu sisi.

Ketahuilah apa yang dilakukan remaja Anda secara online dan buat aturan ponsel cerdas yang jelas . Saat teknologi baru terus bermunculan, tetap terinformasi pada hal-hal terbaru yang dilakukan para remaja secara online. Ambil pendekatan proaktif untuk mencegah masalah keamanan dan tanggapi hal yang sesuai ketika Anda memiliki kekhawatiran.