Kebanyakan orang tua memimpikan seorang remaja yang bertanggung jawab dan mandiri — orang yang membantu pekerjaan rumah tangga tanpa diminta, selalu menelepon untuk check in dan bergaul dengan teman-teman yang "benar" . Namun, pada kenyataannya, semua remaja akan menjatuhkan tanggung jawab pada bola (sesekali, setidaknya).
Dan tidak peduli seberapa dewasa remaja Anda tampaknya, dia akan membutuhkan bimbingan berkelanjutan untuk menjadi orang dewasa yang mandiri dan bertanggung jawab. Berikut adalah lima strategi untuk membesarkan remaja independen yang akan siap menghadapi realitas masa dewasa:
1 -
Biarkan Remaja Anda Menunjukkan Anda Berapa Banyak Kebebasan yang Bisa Dia TanganiPerjelas bahwa Anda akan memberikan lebih banyak kebebasan ketika anak remaja Anda membuktikan dia mampu membuat keputusan yang baik. Ketika muncul tepat waktu untuk jam malam, ketika dia membuat pilihan yang baik dengan teman-teman, dan ketika dia mengurus tanggung jawabnya, Anda akan tahu dia dapat menangani sedikit lebih banyak kebebasan.
Pikirkan solusi untuk situasi potensial yang mungkin dihadapi remaja Anda sebelumnya. Apakah dia pacaran dengan teman-teman atau Anda meninggalkan rumahnya sendirian untuk malam itu , tanyakan bagaimana ia bisa menangani masalah-masalah tertentu.
Tanyakan, "Apa yang akan Anda lakukan jika teman Anda memberi Anda sebatang rokok?" atau "Apa yang akan Anda lakukan jika seseorang mengetuk pintu dan mengatakan dia adalah tukang reparasi yang perlu datang?"
Bicara tentang fakta bahwa kita semua terkadang melakukan kesalahan. Dan memiliki kesalahan itu menunjukkan tanggung jawab. Beri tahu anak remaja Anda jika ia mencoba menutupi kesalahannya dengan berbohong atau menutupi kesalahannya, Anda akan tahu dia belum siap untuk menangani lebih banyak tanggung jawab.
2 -
Buat Jadwal Dengan Remaja AndaHari-hari ini, remaja memiliki banyak hal yang terjadi, dan mereka harus menguasai membuat jadwal sehingga mereka dapat memastikan bahwa semuanya telah selesai.
Di era digital, jadwal tertulis sepertinya tidak diperlukan. Namun, kemampuan untuk membuat jadwal tertulis di atas kertas dan benar-benar menaatinya masih merupakan tugas yang memunculkan tanggung jawab.
Duduk bersama dengan selembar kertas, buat daftar jam pada hari di satu sisi dan pensil dalam kegiatan di sisi lain. Jangan lupa menambahkan downtime. Anak remaja Anda tidak perlu melakukan ini setiap hari, tetapi jadwal sesekali akan mengajarkan keterampilan manajemen waktu .
3 -
Dorong Remaja Anda untuk MembantuMelakukan pekerjaan menunjukkan tanggung jawab. Tetapi pergi di atas dan di luar pekerjaan rumah tangga biasa adalah cara yang bagus bagi remaja Anda untuk menjadi lebih mandiri.
Ajari anak remaja Anda untuk memberikan kembali kepada komunitas dalam beberapa cara. Menjadi sukarelawan di penampungan hewan, berpartisipasi dalam upaya pembersihan masyarakat, atau penggalangan dana untuk tujuan yang baik dapat membantu anak remaja Anda merasa lebih bertanggung jawab — yang akan mendorongnya untuk berperilaku lebih bertanggung jawab.
4 -
Mengajarkan kecakapan hidupMudah diasumsikan bahwa anak remaja Anda berada di jalur untuk menjadi mandiri karena ia unggul di lapangan sepak bola atau karena ia menyelesaikan pekerjaan rumahnya tepat waktu. Tetapi hanya karena anak remaja Anda bekerja dengan baik di beberapa area dalam hidupnya tidak berarti ia siap untuk mengambil tanggung jawab dunia nyata.
Pastikan Anda menginvestasikan waktu untuk mengajarkan keterampilan hidup remaja Anda . Keterampilan praktis, seperti cara mencuci pakaian dan cara memasak, penting. Tetapi juga penting untuk memastikan remaja Anda tahu cara mengelola uangnya dan memahami cara berkomunikasi dengan orang lain secara efektif.
Sementara anak remaja Anda dapat mempelajari beberapa keterampilan ini hanya dengan memperhatikan Anda, ia tidak akan mempelajari semuanya melalui pengamatan. Secara proaktif ajari anak remaja Anda cara mengelola rumah tangga dan cara menyelesaikan masalah kehidupan nyata.
5 -
Jadilah Jelas Tentang KonsekuensiAkan ada saat-saat ketika anak remaja Anda membuat kesalahan (atau bahkan sengaja melanggar peraturan Anda). Pastikan bahwa pilihannya yang buruk mengarah pada konsekuensi negatif. Konsekuensi logis , seperti hilangnya hak istimewa, bisa menjadi guru yang efektif.
Tahan dorongan untuk membuat alasan atau menyelamatkan anak Anda dari kesalahannya. Terkadang, konsekuensi alami dapat berfungsi sebagai pengingat terbaik untuk membuat pilihan yang lebih baik di lain waktu.
Sulit untuk melihat anak Anda tumbuh dan menyadari bahwa ia tidak akan menjadi bayi kecil Anda selamanya. Namun, Anda melakukan tindakan pelecehan terhadap anak Anda jika Anda tidak menanamkan rasa tanggung jawab. Dalam jangka panjang, anak remaja Anda akan berterima kasih karena telah mengubahnya menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab dan mandiri.