10 Teknik Disiplin Terbaik untuk Tweens

Strategi Manajemen Perilaku untuk Anak Usia 9 hingga 12 Tahun

Mengasuh anak usia satu belas tahun di dunia sekarang ini menimbulkan beberapa tantangan yang menarik. Anak-anak ingin menjadi seperti remaja tetapi mereka tidak cukup dewasa untuk menangani tanggung jawab kehidupan remaja.

Masalah perilaku yang umum dapat termasuk berdebat, berteriak, menentang , dan berbohong . Pada usia ini, teman menjadi lebih penting dari sebelumnya dan anak-anak sangat ingin menyesuaikan diri.

Disiplin yang sesuai dengan usia akan mencegah anak Anda melakukan kesalahan serius, sambil mengajarkan pelajaran hidup yang penting.

1. Tetapkan Aturan Yang Jelas

Anak-anak dari segala usia membutuhkan peraturan rumah tangga dan usia dua belas tahun dapat menjadi saat yang tepat untuk memperbarui aturan-aturan tersebut. Jelaskan secara jelas jenis perilaku yang Anda harapkan dalam hal pekerjaan rumah, pekerjaan rumah, aturan berpakaian, dan hak istimewa tambahan.

Juga, diskusikan harapan Anda untuk anak Anda ketika dia berada di luar rumah. Anak-anak biasanya ingin mulai menghabiskan lebih banyak waktu untuk terlibat dalam kegiatan sosial dan mereka perlu tahu apa yang Anda harapkan ketika mereka berada di lapangan olahraga atau di rumah seorang teman.

2. Mengembangkan Kontrak Perilaku

Tweens menginginkan lebih banyak hak istimewa, seperti memiliki smartphone atau menghabiskan waktu bersama teman tanpa pengawasan. Namun, banyak remaja tidak siap untuk menangani tanggung jawab yang menyertai hak istimewa tersebut.

Buat kontrak perilaku untuk memungkinkan anak Anda menunjukkan kepada Anda kapan dia bisa bertanggung jawab untuk mendapatkan hak istimewa baru. Buat pedoman yang perlu diikuti anak Anda untuk jangka waktu tertentu sebelum mendapatkan hak istimewa tertentu.

Misalnya, anak Anda mungkin perlu menunjukkan bahwa ia dapat menyelesaikan tugas-tugasnya setiap hari selama dua minggu tanpa diminta untuk menunjukkan bahwa ia cukup bertanggung jawab untuk mulai tinggal di rumah sendirian selama satu jam. Atau, dia mungkin perlu menunjukkan kepada Anda bahwa dia dapat menempel pada aturan di tablet sebelum Anda mempertimbangkan untuk membelikannya smartphone.

3. Gunakan Jika ... Kemudian Peringatan

Gunakan jika ... maka peringatan yang dengan jelas menguraikan konsekuensi dari perilaku mereka. Ini adalah cara yang bagus untuk mulai mengajarkan disiplin diri , yang akan menjadi penting selama masa remaja. Pastikan Anda benar-benar siap untuk menindaklanjuti dengan konsekuensi apa pun yang Anda ancam.

4. Gunakan Aturan Disiplin Nenek

Ubah peringatan menjadi insentif dengan menggunakan aturan disiplin Nenek . Alih-alih mengatakan, "Anda tidak bisa pergi ke luar sampai tugas Anda selesai," katakan, "Anda bisa pergi ke luar segera setelah semua pekerjaan selesai." Ini adalah cara sederhana untuk membantu anak Anda bertanggung jawab atas perilakunya.

5. Berikan Konsekuensi Logis

Konsekuensi untuk remaja perlu masuk akal. Jika Anda mengambil sepeda tween karena ia tidak bangun dari tempat tidur tepat waktu, ia mungkin tidak membuat hubungan dan belajar dari perilakunya. Berikan konsekuensi logis yang menghubungkan hukuman dengan perilaku buruk.

6. Biarkan Konsekuensi Alami

Ketika aman untuk melakukannya, biarkan tween Anda menghadapi konsekuensi alami dari perilakunya. Misalnya, jika dia berlatih basket cerah dan awal pada Sabtu pagi tetapi ingin begadang pada Jumat malam, pertimbangkan untuk membiarkannya begadang. Jika dia kelelahan ketika dia harus bangun di pagi hari, dia mungkin berpikir dua kali untuk begadang di lain waktu.

Konsekuensi alami seharusnya hanya digunakan ketika aman untuk melakukannya. Jangan biarkan anak Anda melakukan apa pun yang bisa membuatnya terluka. Dan hanya menggunakan konsekuensi alami ketika Anda berpikir mereka akan mengajarkan anak Anda pelajaran hidup yang berharga.

7. Ambil Hak Istimewa

Ambil hak istimewa tween bila diperlukan. Jadikan waktu sensitif — 24 jam sudah cukup. Singkirkan elektronik, waktu bersama teman, atau keistimewaan ekstra lainnya yang mungkin membuat si kembar berpikir dua kali untuk melanggar peraturan lagi.

8. Buat Sistem Hadiah

Sistem penghargaan atau sistem ekonomi token dapat mengurangi masalah perilaku dengan cepat. Tautkan perilaku baik ke insentif yang akan diinginkan oleh tween Anda dan dia akan menjadi lebih bertanggung jawab.

9. Abaikan Misbehavior Ringan

Terkadang, Anda lebih baik mengabaikan kenakalan ringan dengan remaja. Entah dia merengek , mengeluh atau memaksakan peraturan Anda tidak adil, berpaling dan berpura-pura Anda tidak mendengarnya. Jika tween Anda tidak dapat melibatkan Anda dalam sebuah argumen, atau ia melihat bahwa Anda tidak tertarik dalam negosiasi, ia akhirnya akan menyerah.

10. Model Perilaku yang Sesuai

Tweens akan belajar lebih banyak dari apa yang Anda lakukan daripada apa yang Anda katakan. Oleh karena itu, Anda harus mencontohkan perilaku yang tepat setiap saat. Tween Anda akan belajar bagaimana menghadapi berbagai situasi kehidupan dengan melihat bagaimana Anda menanggapi sesuatu dari orang kasar hingga peristiwa yang menyedihkan.

Cara Anda berinteraksi dengan tween Anda juga akan menyediakan model untuk tween Anda. Jika Anda memarahi anak Anda, harap anak Anda berteriak kembali. Atau jika Anda bersumpah ketika Anda marah, anak Anda mungkin akan bersumpah juga.

> Sumber

> American Academy of Pediatrics: Disiplin.

> HealthyChildren.org: Mendisiplinkan Anak Anda.