Gaya Pembelajaran Logika-Matematika

Menerapkan Nomor dan Logika dalam Menyerap Informasi

Gaya belajar logis-matematis adalah salah satu dari delapan jenis gaya belajar, atau kecerdasan, yang didefinisikan dalam teori perkembangan psikolog Howard Gardner tentang Multiple Intelligence. Gaya belajar logis-matematis mengacu pada kemampuan Anda untuk berpikir, memecahkan masalah, dan belajar menggunakan angka, informasi visual abstrak, dan analisis hubungan sebab dan akibat.

Pembelajar logis-matematis biasanya metodis dan berpikir dalam urutan logis atau linier. Mereka mungkin mahir memecahkan masalah matematika di kepala mereka dan tertarik pada teka-teki logika dan permainan.

Karakteristik Gaya Pembelajaran Logika-Matematika

Orang dengan gaya belajar logis-matematis menggunakan penalaran penalaran dan logika untuk menyerap informasi. Kekuatan mereka dalam matematika, logika, pola melihat, dan pemecahan masalah. Mereka suka bekerja dengan angka, menemukan metode logis untuk menjawab pertanyaan, mengklasifikasikan, dan mengkategorikan. Mereka merasa nyaman bekerja dengan abstrak.

Mereka menikmati kegiatan sekolah seperti matematika, ilmu komputer, teknologi, perancangan, desain, kimia, dan "ilmu pengetahuan keras" lainnya. Pembelajar logis-matematis lebih memilih urutan logis dalam instruksi dan sering bekerja paling baik dalam lingkungan yang terstruktur dan terorganisir. Mereka memiliki analisis visual, memori, dan keterampilan pemecahan masalah yang kuat.

Pencipta dan tukang bangunan alami, mereka senang membawa ide-ide matematika dan konseptual ke dalam kenyataan melalui proyek langsung seperti desain yang dibantu komputer, menciptakan perangkat elektronik, menggunakan aplikasi komputer, atau komputer pemrograman.

Orang-orang dengan gaya belajar ini sering mencari aturan dan prosedur dan mungkin kurang yakin ketika mereka tidak ada.

Mereka mungkin tidak toleran ketika yang lain tidak mengikuti urutan logis, aturan, atau prosedur. Mereka mungkin perlu berusaha melihat gambaran besar dan pemikiran sistem.

Bagaimana Pembelajar Logika-Matematika Belajar Terbaik

Orang dengan gaya belajar logis-matematis belajar paling baik ketika mereka diajarkan menggunakan materi visual, komputer, program statistik dan analitis, dan proyek langsung. Mereka lebih memilih kegiatan-kegiatan yang terstruktur dan berorientasi pada sasaran yang didasarkan pada penalaran dan logika matematika daripada kegiatan-kegiatan kreatif yang kurang terstruktur dengan tujuan pembelajaran yang tidak tepat. Pembelajar logis-matematis akan menemukan studi statistik yang lebih menarik daripada menganalisis literatur atau membuat jurnal. Mereka juga dapat menikmati membuat grafik, grafik, garis waktu, dan pengkategorian koleksi.

Sebagai bagian dari proyek kelompok, pembelajar logis matematika mungkin ingin berkontribusi dengan membuat agenda atau daftar, menetapkan sasaran numerik, menyusun ide brainstorming, memasukkan langkah-langkah ke dalam urutan, melacak perkembangan kelompok, dan menyusun laporan data. Mereka juga sering menikmati masalah pemecahan masalah menggunakan logika, analisis, dan matematika.

Pilihan Karier Logika-Matematika Pembelajaran

Siswa yang berbakat secara matematis dan logis dapat tertarik ke karir seperti programmer komputer, teknisi komputer, analisis sistem, analisis jaringan, perancang basis data, dan teknik (elektronik, mekanik, atau kimia).

Profesi yang berhubungan dengan angka-angka akan menarik juga seperti akuntan, auditor, konsultan keuangan dan investasi, pemegang buku, ahli matematika, dan ahli statistik. Mereka juga dapat menikmati penyusunan, arsitektur, fisika, astronomi, dan bidang sains lainnya. Dalam profesi medis dan gabungan, mereka mungkin tertarik pada teknologi medis, farmasi, dan spesialisasi medis.

Gaya Belajar Lain dan Kecerdasan Berganda

Tujuh gaya belajar atau kecerdasan lain dalam teori Multiple Intelligence Gardner termasuk:

> Sumber:

> MI Oasis. Komponen-komponen MI. Situs Resmi Otoritas Multiple Intelligence.