Cara Menggunakan Restitusi untuk Disiplin Anak Anda

Apakah Anda pernah merasa ingin keluar waktu bukanlah konsekuensi yang cukup besar ketika anak Anda memukul seseorang? Atau, apakah Anda pernah berpikir mengambil hak istimewa untuk hari itu tidak benar-benar mengajar anak Anda untuk lebih ramah kepada saudaranya? Jika demikian, Anda tidak sendirian.

Terkadang, anak-anak membutuhkan sesuatu yang sedikit lebih daripada 'konsekuensi biasa' untuk benar-benar mempelajari pelajaran hidup. Restitusi bisa menjadi cara yang efektif untuk mengajari anak Anda memperlakukan orang lain, dan properti mereka, dengan lebih hormat.

Restitusi adalah strategi disiplin kelas yang populer. Departemen sekolah sering menyebutnya sebagai "keadilan restoratif." Itu tidak perlu disediakan untuk guru, namun. Orangtua dapat menggunakan restitusi untuk mengatasi berbagai masalah perilaku anak di rumah.

Bagaimana Restitusi Bekerja

Restitusi memberi anak-anak kesempatan untuk “membayar kembali” atas perilaku buruk mereka. Mereka diberi konsekuensi logis yang terkait langsung dengan perilaku mereka.

Daripada menerima time-out cepat untuk menghancurkan properti seseorang, restitusi memberi anak kesempatan untuk menebus kesalahan dengan korban. Selain time-out, anak mungkin juga harus meminjamkan mainan favoritnya kepada korban untuk jangka waktu tertentu.

Restitusi bukanlah tentang mempermalukan atau mempermalukan seorang anak. Sebaliknya, tujuannya adalah agar seorang anak bertanggung jawab atas perilakunya dengan mengatasi kesalahannya.

Contoh Restitusi

Tips untuk Membuat Restitusi Efektif

Restitusi dapat menjadi cara yang bagus untuk mulai mengajar anak Anda bagaimana berperilaku dengan cara yang bertanggung jawab. Berikut beberapa strategi yang akan memastikan konsekuensi Anda efektif: