Meminta bantuan dalam mengelola perilaku anak adalah salah satu hal yang paling berani yang dapat dilakukan orang tua. Mengatakan, "Saya tidak yakin apa yang harus dilakukan tentang perilaku anak saya," adalah hal yang menakutkan untuk diakui. Namun, sebagian besar gangguan perilaku dan masalah kesehatan mental dapat diobati.
Berikut adalah tujuh hal yang ingin diketahui oleh semua orang tua:
1. Kesalahan Pengasuhan Anak Kecil Tidak Akan Menyisa Anak Anda untuk Hidup
Terkadang orang tua khawatir bahwa kesalahan mereka akan secara permanen melukai seorang anak seumur hidup.
Meskipun ada beberapa masalah pengasuhan yang dapat menyebabkan konsekuensi seumur hidup, sebagian besar kesalahan kecil tidak berbahaya.
Bahkan, bahkan ada penelitian yang menunjukkan kesalahan pengasuhan anak kecil Anda dapat membantu anak Anda membangun ketahanan . Ketika Anda tidak dapat menindaklanjuti dengan janji, atau Anda berhenti sementara menegakkan beberapa aturan, anak Anda dapat belajar bagaimana menangani kesalahan orang lain secara lebih efektif.
2. Dokter Bisa Menjadi Kekayaan Informasi
Orang tua sering ragu-ragu untuk berbicara dengan dokter tentang apa pun selain kesehatan fisik anak. Tetapi jika Anda memiliki kekhawatiran tentang suasana hati atau perilaku anak Anda, penting untuk mendiskusikan kekhawatiran tersebut dengan dokter anak Anda. Dokter dapat membantu menentukan apakah anak Anda membutuhkan evaluasi lebih lanjut untuk masalah kesehatan perkembangan, perilaku, atau mental.
3. Mendapatkan Bantuan Tidak Pasti Berarti Obat
Kadang-kadang orang tua ragu-ragu untuk mencari bantuan untuk masalah perilaku anak atau masalah suasana hati karena mereka khawatir anak mereka akan diberi obat.
Meskipun obat dapat menjadi salah satu bentuk pengobatan untuk masalah seperti ADHD , ada juga banyak pilihan pengobatan lain yang tersedia. Terapi bermain, terapi perilaku kognitif, dan pelatihan orang tua adalah beberapa dari cara bagaimana masalah anak Anda dapat ditangani tanpa pengobatan.
Pada akhirnya, terserah Anda untuk memutuskan apakah obat terbaik untuk anak Anda.
Bahkan jika seorang dokter atau psikiater merekomendasikan anak Anda untuk mencoba pengobatan, orang tua mendapatkan keputusan akhir tentang apakah mereka ingin memberikan obat itu atau tidak.
4. Mencari Bantuan Bukan Tanda Lemah
Meminta bantuan membutuhkan keberanian dan tentu saja bukan merupakan tanda kelemahan. Sebaliknya, itu adalah tanda yang jelas bahwa Anda menginginkan yang terbaik untuk anak Anda. Baik Anda mencari evaluasi untuk menentukan apakah anak Anda memiliki ketidakmampuan belajar, atau Anda mendaftar untuk kelas pengasuhan anak untuk mengatasi kemarahan anak Anda, kesediaan Anda untuk mencari dukungan menunjukkan keinginan Anda untuk membantu anak Anda mencapai potensi terbesarnya. .
5. Sekolah Anak Anda Tidak Perlu Tahu Tentang Terapi
Orangtua dan anak-anak berhak atas perlakuan rahasia. Sekolah tidak perlu tahu apakah anak Anda bertemu dengan terapis. Mungkin ada saat-saat di mana seorang terapis menyarankan untuk memberi tahu sekolah, sehingga guru anak Anda dapat membantu dalam upaya perencanaan pengobatan, tetapi terserah kepada orang tua untuk membuat keputusan tentang apakah melibatkan sekolah atau tidak.
6. Keterlibatan Orang Tua dalam Perawatan Penting
Orang tua memainkan peran aktif dalam mengatasi masalah perilaku. Sebagai contoh, daripada mengajarkan keterampilan manajemen kemarahan anak selama sesi terapi mingguan, seringkali lebih efektif untuk mengajari orang tua cara melatih anak.
Karena orang tua dengan anak-anak lebih banyak jam per minggu daripada terapis, pelatihan orang tua seringkali merupakan metode perawatan yang disukai. Terkadang, itu berarti orang tua yang bercerai, orang tua tiri, dan pengasuh lainnya perlu bekerja sama untuk membantu seorang anak.
7. Masalah Perilaku Berasal Dari Berbagai Masalah
Masalah perilaku anak Anda bukan berarti Anda orang tua yang buruk. Masalah perilaku dapat berasal dari berbagai masalah, mulai dari gangguan perilaku yang mendasari trauma masa lalu. Program pelatihan orang tua sering dapat efektif dalam membantu orang tua mengidentifikasi strategi disiplin alternatif yang mungkin lebih efektif dalam memenuhi kebutuhan seorang anak.