8 Cara Mengadvokasi Anak dengan Kebutuhan Khusus

Orangtua dari seorang anak dengan kebutuhan khusus harus belajar untuk secara efektif menavigasi labirin hukum pendidikan khusus dan pergi ke kelelawar untuk anak-anak mereka. Singkatnya, ini berarti mereka harus belajar menjadi pendukung.

1 -

Pelajari Semua Yang Anda Dapat Tentang Kebutuhan Khusus Anak Anda

Informasi adalah kekuatan, dan orang tua perlu mulai dengan fakta-fakta tentang kebutuhan khusus anak mereka. Coba dan jauhkan emosi darinya; orang tua harus memiliki pengetahuan berdasarkan fakta dari dokter anak mereka, spesialis, ahli pendidikan khusus, orang tua anak-anak dengan kebutuhan khusus yang sama, pengacara, guru, dan siapa saja yang dapat memberikan informasi.

2 -

Ajukan Banyak Pertanyaan dan Dengarkan Jawaban

Menjadi seperti seorang reporter: Ajukan pertanyaan seperti, "siapa, apa, di mana, kapan, mengapa, dan kapan" lalu dengarkan dengan saksama jawaban yang Anda terima. Telitilah pertanyaan yang relevan dan kemudian dokumentasikan respons alih-alih hanya mengandalkan memori Anda. Pelajari cara mengajukan pertanyaan terbaik dan jangan tampil sebagai antagonis atau defensif untuk mendapatkan balasan terbuka dan jujur ​​terbaik.

3 -

Menjadi "Pseudo-Lawyer" dalam Undang-Undang Pendidikan Khusus

Orangtua anak-anak pendidikan khusus tidak benar-benar perlu menjadi pengacara; Namun, adalah baik untuk menjadi sangat berpengetahuan tentang hukum pendidikan khusus. Pelajari detail di balik undang-undang federal yang secara efektif menciptakan pendidikan khusus, yang sekarang dikenal sebagai Individu dengan Disabilities Education Act (IDEA).

4 -

Selalu Hindari Game Blame

Hubungan permusuhan antara orang tua dan guru biasanya tidak pernah menjadi kepentingan terbaik anak. Terkadang mudah jatuh ke dalam perangkap menyalahkan orang lain atau bahkan menuding birokrasi karena kekecewaan atau situasi tertentu. Tetapi menyalahkan tidak biasanya menghasilkan sesuatu yang lebih dari sekadar perasaan buruk dan situasi yang tidak diinginkan. Sebaliknya, hindari menyalahkan, dan coba pendekatan yang berlawanan. Tetap tenang, tahu fakta, dan advokasi tentang memenuhi kebutuhan unik anak Anda.

5 -

Jadilah Pemecah Masalah, Bukan Pembuat Masalah

Bekerja sama untuk memecahkan masalah dengan guru anak atau penyedia pengasuhan anak biasanya membukukan hasil yang lebih baik daripada menjadi pembuat masalah. Mengusulkan solusi atau membuat rencana yang mungkin yang paling baik untuk penyedia / guru orang tua. Bersikaplah terbuka dan dengarkan solusi yang diusulkan dari sisi pendidikan juga.

6 -

Pikirkan Jangka Panjang dan Menjadi Futuris

Orangtua tidak hanya memiliki tanggung jawab untuk merencanakan pendidikan dan kebutuhan anak mereka hari ini; mereka juga dihadapkan pada tugas sulit untuk berpikir jangka panjang. Dengan kata lain, orang tua harus menjadi futuris aktif dalam membangun kehidupan sukses anak mereka di jalan.

7 -

Menjadi Perencana Utama

Orang tua biasanya memiliki tujuan untuk anak-anak mereka, dan keluarga siswa pendidikan khusus pada khususnya harus menetapkan tujuan bersama dengan strategi untuk mendapatkannya.

8 -

Benar-benar Mengenal Penyedia Perawatan Anak atau Guru Anda

Jangan berasumsi bahwa penyedia perawatan anak atau guru tidak ingin memenuhi kebutuhan unik anak Anda dan memberikan manfaat pendidikan. Sebagian besar melakukannya. Namun, berbagai kebutuhan yang dikombinasikan dengan sumber daya yang terbatas sering menciptakan potensi konflik antara apa yang dapat diberikan secara wajar vs. orang tua menginginkan apa yang mereka yakini sebagai "terbaik" untuk anak-anak mereka. Orangtua dan penyedia / guru harus melakukan semua yang mungkin untuk membangun pendekatan pembelajaran dan tim yang positif dan berbasis kemitraan.