Balita tidak mengenal batas, jadi tidak mengherankan jika cedera masa kecil biasanya mencapai sekitar 15 hingga 18 bulan. Balita adalah pendaki yang penasaran, pencari sensasi alami, dan biasanya tidak kenal takut.
Orangtua, pengasuh anak, dan pengasuh anak usia ini tahu bahwa tidak ada istirahat ketika harus mengawasi balita, karena hidup adalah satu petualangan besar. Tapi, inilah beberapa taktik untuk menjaga anak muda yang dicintai dan aktif ini keluar dari bahaya di rumah dan di perjalanan.
1 -
Keselamatan Anak di DapurBalita tertarik ke dapur; Lagi pula, di sanalah keluarga menghabiskan banyak waktu mereka.
Masak di bagian belakang kompor dan putar pegangan panci agar tidak mudah dijangkau. Minum minuman panas dari cangkir perjalanan yang tumpah dan tidak bisa dipecahkan untuk menghindari luka bakar. Jangan pernah meninggalkan tali yang menggantung; cabutlah barang-barang saat tidak digunakan dan simpan, dan yang digunakan, jaga agar kabel-kabel dibungkus rapat dengan ikat yang berliku-liku. Simpan cairan pembersih di lemari terkunci agar tidak terlihat dan godaan. Jangan izinkan akses ke pantry.
2 -
Keselamatan Anak di Kamar MandiUntuk keamanan dan untuk menghindari panggilan tukang ledeng yang mahal, tutup toilet dan terkunci saat tidak digunakan. Ini adalah ide yang baik untuk membatasi akses ke kamar mandi dengan gerbang pengaman atau kunci, jika praktis. Ada terlalu banyak godaan.
Jangan pernah meninggalkan obat-obatan; tetap terkunci dan di luar jangkauan. Simpan juga barang-barang seperti obat kumur, pasta gigi, dan barang-barang berbahaya anak lainnya. Plunger dapat membuat permainan yang menyenangkan (jika tidak menjijikkan) bagi balita; jangan meninggalkan satu di toilet. Selalu tiriskan bak mandi.
3 -
Keselamatan Anak di Ruang KeluargaDengan anak-anak, kapan tidak ada benda di lantai? Selalu waspada terhadap mainan dan benda-benda kecil yang dapat mencekik bahaya, baterai, koin, kelereng, dan mainan dari saudara yang lebih tua (roda, sepatu boneka, dll.)
Jauhkan kabel listrik dari jangkauan dan gunakan penutup stopkontak. Kabel perawatan jendela yang tahan terhadap anak-anak. Amankan televisi dan peralatan elektronik lainnya untuk menghindari potensi tipping pada seorang anak. Gunakan gerbang keamanan di tangga. Hapus godaan dari permukaan meja.
4 -
Keselamatan Anak di Kamar TidurLampu, tirai atau tirai yang mengalir, karpet, dan bahkan lilin adalah barang-barang yang menambah suasana kamar tidur utama tetapi bisa terbukti menjadi zona bahaya bagi anak-anak.
Lampu meja yang imut dan kursi goyang yang begitu berharga di kamar bayi sekarang dapat mengeja bencana jika seorang balita mulai berdiri di kursi atau dapat meraih lampu dan melepaskannya dari tempatnya berdiri. Pastikan gambar terpasang kokoh di dinding dan rak buku juga ditempelkan di dinding, jika memungkinkan.
5 -
Keselamatan Anak di HalamanPastikan untuk membatasi akses ke luar dengan kunci dari jangkauan jumlah yang aneh. Backyard swing set dan area bermain yang indah, tetapi pastikan mereka aman dengan memiliki permukaan yang lembut di bawahnya. Jika halaman Anda dipagari, pastikan itu terkunci juga.
Selalu lampirkan kolam , kolam, atau bak air panas dan pasang pagar pengaman antara sumber air dan rumah. Biarkan kolam anak-anak dikeringkan jika tidak digunakan. Simpan peralatan listrik dan peralatan taman yang aman dan tidak terjangkau; hal yang sama berlaku untuk insektisida.
6 -
Keselamatan Anak di dalam MobilPastikan kursi mobil anak Anda terpasang dengan benar dan sesuai dengan peraturan keselamatan. Gunakan kursi booster selama seorang anak membutuhkan satu untuk tinggi dan faktor berat badan (yang mungkin lebih lama dari yang diinginkan anak Anda).
Pastikan bahwa anak-anak tidak dapat membuka pintu atau jendela dari tempat duduk mereka (gunakan kunci anak, sesuai kebutuhan). Sinar matahari membantu kenyamanan bagi balita saat bepergian dengan mobil. Atur praktik keselamatan dengan membuka / menutup pintu mobil untuk menghindari luka jari yang hancur.
7 -
Keselamatan Anak di Rumah Orang LainRumah Anda mungkin bukti untuk balita, tetapi tetangga dan kerabat mungkin tidak membutuhkannya. Itu berarti orang tua harus berjaga khusus ketika mengunjungi rumah orang lain demi keselamatan.
Lemari obat, laci, dan area "tidak aman" lainnya mungkin merupakan godaan bagi balita, dan hanya butuh beberapa saat untuk masuk ke dalam bahaya. Jika memungkinkan, bawalah hiburan untuk anak Anda dan tunjuk satu "ruang aman" untuk anak Anda untuk tinggal. Dan, selalu menemani anak Anda ke kamar mandi (meskipun terlatih di toilet).
8 -
Keselamatan Anak Keluar dan TentangOrang tua ketakutan keselamatan terbesar kadang-kadang bisa ketika berjalan dengan anak-anak ke dan dari toko, di antara mobil yang diparkir, dan dalam situasi yang penuh sesak - dan dengan alasan yang bagus. Balita cenderung melesat berkeliling dan berkeras berjalan secara mandiri.
Anak-anak harus diberi tahu aturan memegang tangan dan langkah-langkah keamanan lainnya, dan orang tua harus menegakkan aturan tersebut dengan segala cara. Di toko yang ramai, pertimbangkan untuk mengikat balon di pergelangan tangan sehingga Anda dapat melihat anak Anda dalam kasus perpisahan yang tidak disengaja.
9 -
Kid Safety and ToysPerlu bahwa anak Anda memakai helm sepeda dan perlengkapan keselamatan lainnya. Buatlah membeli bendera keselamatan untuk sepeda, roda besar, atau mainan lainnya ketika digunakan di luar ruangan sehingga Anda dapat membedakan anak Anda dan lokasinya dengan sekilas.
Pertimbangkan dengan hati-hati mainan seperti trampolin , mainan berputar, skuter, bola memantul, sepatu in-line, dan barang populer lainnya yang bisa menyenangkan tetapi juga berpotensi berbahaya. Jika Anda membeli barang semacam itu, pastikan untuk mengikuti rekomendasi keselamatan dan awasi penggunaan anak Anda secara dekat.
10 -
Keselamatan dan Olahraga AnakSemakin banyak orang tua menempatkan anak-anak mereka yang berusia balita ke dalam olahraga untuk berolahraga dan untuk belajar dasar-dasar sepak bola , senam, bisbol, bola basket, dan bersorak.
Program yang sesuai usia dapat menjadi saluran yang bagus untuk energi anak muda dan menyediakan kegiatan latihan dan koordinasi juga. Namun, waspadalah terhadap program yang tidak memperhitungkan keterbatasan anak kecil, atau cedera lain dapat terjadi.