Bagaimana metode pengajaran ini membantu anak prasekolah Anda
Dalam pendidikan, ada berbagai metode berbeda yang semuanya dirancang untuk membantu anak-anak belajar secara efektif dan teliti. Beberapa metode bekerja sama dengan baik, sementara yang lain bekerja lebih baik ketika diterapkan secara individual.
Scaffolding (juga dikenal sebagai scaffold learning, scaffold method, scaffold teaching, dan scaffolding instruksional) adalah metode yang sangat populer dalam pendidikan anak usia dini.
Ini berfungsi dengan baik ketika diterapkan bersama metode lain dan bekerja dengan cara yang sangat mirip dengan rekan konstruksinya.
Apa itu Scaffolding? Aku s
Dalam hal pendidikan, perancah adalah metode pengajaran, yang dirancang untuk menawarkan struktur dan dukungan siswa, sangat mirip dengan rekan kontruksinya. Idenya adalah bahwa pelajaran dan konsep baru dapat lebih mudah dipahami dan dipahami jika ada dukungan yang diberikan kepada seorang anak ketika mereka belajar. Hal ini juga dapat melibatkan mengajar anak sesuatu yang baru dengan memanfaatkan hal-hal yang sudah mereka ketahui atau sudah bisa lakukan.
Ketika membangun, perancah didirikan untuk membantu memberikan dukungan kepada struktur baru yang sedang dibuat. Ketika bangunan selesai, perancah dihapus dan bangunan baru dapat berdiri sendiri. Dalam scaffolding dalam pendidikan anak usia dini, filosofinya sangat mirip dan bekerja hampir sama untuk membangun kemandirian pada anak-anak .
Bagaimana Scaffolding Bekerja di Pendidikan Anak Usia Dini
Ketika menggunakan perancah dengan anak-anak kecil, seorang guru akan memberikan siswa dengan dukungan dan bimbingan ketika siswa sedang belajar sesuatu yang baru dan sesuai usia. Ketika anak mempelajari keterampilan dan kemudian menguasainya, dukungan dikurangi sampai anak dapat melakukan keterampilan baru itu sendiri.
Scaffolding bekerja paling baik ketika pendidik menggunakan berbagai cara untuk memanfaatkan metode, termasuk:
- Jika seorang anak mengalami kesulitan menyelesaikan proyek, seorang pendidik dapat membuat berbagai saran yang mungkin dapat membantu memecahkan masalah, sambil mendorong anak untuk menyelesaikan masalah sendiri. Misalnya, "Menara blok itu terus jatuh. Satu cara kita bisa memperbaikinya adalah dengan meletakkan semua blok yang lebih besar di bagian bawah. Apa cara lain yang menurut Anda bisa kita bantu agar tetap terjaga?"
- Mengajukan pertanyaan menyelidik untuk mendorong seorang anak mendapatkan jawaban secara mandiri.
- Dalam contoh blok menara di atas, seorang pendidik yang scaffolding dapat membuat versi mereka sendiri yang lebih kecil dari menara blok untuk menunjukkan bagaimana blok bekerja paling baik.
- Selain itu, guru dapat mendorong anak untuk menggunakan sumber daya yang berbeda untuk membantu menara blok tetap terjaga dan berpikir di luar kotak dengan mendapatkan solusi kreatif. "Apa yang Anda lihat di kelas kami yang akan membantu mendukung menara blok kami? Mungkin jika kami membalikkan tempat pensil itu, itu bisa membantu. Dapatkah Anda memikirkan hal lain?"
- Jika seorang anak mengalami kesulitan datang dengan jawaban atas pertanyaan, "Apa kebalikannya?" pada mereka sendiri, seorang guru yang scaffolding dapat memberikan banyak jawaban untuk dipilih untuk membantu anak mendapatkan respon yang benar secara mandiri.
Dalam pendidikan anak usia dini, scaffolding dapat diimplementasikan dalam banyak cara. Sebagai contoh:
- Jika seorang anak tahu cara menggambar garis vertikal lurus, Anda kemudian dapat menunjukkan kepada mereka cara menggambar garis horizontal lurus. Setelah kedua keterampilan itu dikuasai, mereka dapat menggabungkannya menjadi persegi.
- Setelah seorang anak mengenali huruf tertentu, Anda dapat mengajarkan suara dan kemudian kata-kata yang dimulai dengan suara itu.
- Seorang anak yang dapat menggunakan gunting keselamatan dapat menggunakan keterampilan itu untuk menggunakan pukulan lubang.
Bagaimana Hal Ini Bermanfaat bagi Perkembangan Anak
Perancah sangat membantu karena membantu anak-anak muda yang baru di lingkungan sekolah membangun kepercayaan diri sambil belajar.
Jika seorang anak memberikan jawaban yang salah untuk sebuah pertanyaan, seorang guru yang menggunakan metode scaffolding dapat menggunakan respon yang salah yang digabungkan dengan keterampilan yang telah dipelajari sebelumnya untuk membantu si anak mencapai kesimpulan yang benar dengan sendirinya.