Kolik adalah masalah yang dihadapi banyak keluarga dan komplikasi medis yang bisa sangat membuat frustrasi. Tidak hanya dokter masih tidak mengerti apa sebenarnya penyebabnya, tetapi cara pemberian colic antar bayi juga sangat bervariasi.
Beberapa bayi mungkin berteriak selama beberapa jam di malam hari, sementara yang lain mungkin menangis tanpa henti sepanjang hari dan sepanjang malam. Banyak bayi dengan kolik juga memiliki refluks asam, yang dapat diam atau hadir dengan muntah dan / atau gas yang menyakitkan.
Secara keseluruhan, kolik bukan hanya kondisi bayi yang rewel. Ini adalah kondisi medis yang sebagian besar disalahpahami yang dapat menyebabkan banyak stres bagi bayi dan keluarga. Tetapi sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa salah satu intervensi yang paling sederhana dapat membuat perbedaan besar bagi orang tua dan bayi.
Apa itu Kolik?
Kolik ditandai dengan seperangkat "tiga" yang berbeda:
- Ini dimulai ketika bayi berusia tiga minggu (atau lebih muda).
- Ini ditandai dengan setidaknya tiga jam menangis per hari.
- Itu terjadi setidaknya tiga hari seminggu.
Dalam penjelasan yang paling mendasar, kolik terjadi ketika bayi menangis lebih dari biasanya — tangisan yang biasanya intensitasnya lebih tinggi dan / atau disertai kesulitan makan, meludah, atau sifat rewel lainnya. Banyak kali, kolik hilang dengan sendirinya di sekitar usia satu tahun.
Banyak keluarga yang memiliki bayi dengan laporan kolik merasa kewalahan, tidak mampu, dan sangat tertekan. Tidak semua keluarga mampu menyembuhkan kolik dan banyak yang mengalami kekurangan tidur dalam jangka waktu lama dan isolasi.
Manfaat Dukungan
Seperti stres karena kolik dapat bagi bayi yang memilikinya dan anggota keluarga yang merawat mereka, sebuah penelitian baru menemukan bahwa salah satu intervensi yang paling sederhana (dan gratis!) Tersedia bagi keluarga membuat perbedaan besar. Ternyata ibu yang memiliki semacam dukungan, terutama dari pasangan atau ayah bayi, juga memiliki bayi dengan tingkat kolik lebih rendah.
Sebuah penelitian dalam jurnal Child meneliti lebih dari 3.000 keluarga dan mempelajari seberapa besar dampak dukungan yang dapat terjadi pada ibu dan bayi ketika berhubungan dengan kolik. Para peneliti melihat secara khusus pada tiga jenis dukungan:
- Dukungan sosial umum selama kehamilan dan setelah kelahiran untuk ibu
- Dukungan hubungan, dijelaskan oleh kebahagiaan hubungan antara ibu dan pasangannya
- Jumlah dukungan dari pasangan ibu dalam perawatan rutin bayi yang baru lahir
Untuk keperluan penelitian, para peneliti mewawancarai ibu melalui telepon selama dan setelah kehamilan mereka dan mendefinisikan kolik sebagai tiga jam atau lebih menangis sehari. Secara keseluruhan, 11,6 persen ibu melaporkan bahwa bayi mereka mengalami kolik. Temuan paling menarik dari penelitian ini, bagaimanapun, adalah bahwa ketiga bentuk dukungan - dukungan sosial, dukungan hubungan, dan dukungan mitra dengan bayi - semuanya terkait dengan tingkat kolik yang dilaporkan lebih rendah.
Studi ini dapat memiliki beberapa implikasi yang berbeda untuk keluarga. Ini tidak berarti bahwa bayi dari ibu dengan dukungan sebenarnya memiliki sedikit kolik fisik, tetapi itu bisa berarti bahwa ibu dengan tingkat dukungan yang tinggi hanya dapat mengatasi secara emosional dan fisik dengan situasi yang lebih baik.
Ini juga bisa berarti bahwa ibu dengan dukungan lebih banyak dapat mengakses sumber daya yang membantu mereka menangani kolik bayi mereka, seperti pasangan yang akan mengantar mereka ke kantor dokter atau yang akan mengelola beberapa pemberian makan.
Di sisi lain, penelitian ini dapat menunjukkan hubungan antara dukungan kehamilan dan tingkat kolik. Mungkinkah ada sesuatu yang terjadi pada perkembangan bayi selama kehamilan yang mengarah pada timbulnya kolik? Mungkinkah seorang ibu yang memiliki hubungan yang lebih baik memiliki tingkat stres yang lebih rendah atau sejenis hormon yang membantu melindungi bayinya dari mengembangkan kolik? Kami tidak sepenuhnya tahu jawabannya, tetapi setidaknya satu fakta pasti: lebih banyak dukungan untuk ibu, tidak peduli apa pun bentuknya, selalu merupakan hal yang baik.
> Sumber:
> Alexander, CP, Zhu, J., Paul, IM, dan Kjerulff, KH (2017) Para ayah membuat perbedaan: hubungan positif dengan ibu dan bayi dalam kaitannya dengan kolik bayi. Anak: Perawatan, Kesehatan dan Pengembangan, doi: 10.1111 / cch.12445.