Co-Sleeping With Twins / Multiples

Apakah Tempat Tidur Keluarga Tepat untuk Keluarga Anda?

Co-tidur, atau berbagi tempat tidur keluarga, bisa menjadi topik kontroversial di kalangan orang tua. Para pendukung berpendapat bahwa tidur dengan bayi adalah kebiasaan yang dihormati waktu, dipraktekkan di budaya lain selama berabad-abad, dan mengklaim banyak manfaat, termasuk harga diri yang lebih sehat untuk anak-anak yang tidur dengan orang tua mereka sebagai bayi. Mereka bersikeras bahwa hal itu mempromosikan pemberian ASI, dengan memberi ibu akses yang lebih mudah ke bayi mereka untuk menyusui di malam hari, dan membuatnya lebih mudah baginya untuk beristirahat di antara pemberian makan.

Namun, orang tua juga akan menemukan beberapa argumen yang sangat persuasif terhadap praktik tidur bersama, termasuk American Academy of Pediatricians (AAP).

Bagaimana dengan tidur bersama dengan kelipatan? Apakah tempat tidur keluarga terlalu ramai ketika Anda memiliki anak kembar? Atau apakah tidur bersama solusi rahasia untuk benar-benar mendapatkan beberapa tutup mata selama tahun pertama yang melelahkan dengan kelipatan? Seperti banyak masalah pengasuhan anak, tidak ada jawaban yang jelas. Ini adalah keputusan yang sangat pribadi yang harus dibuat oleh setiap keluarga untuk diri mereka sendiri.

Perkembangan Terkini

Pada bulan Oktober 2005, American Academy of Pediatricians merevisi rekomendasinya tentang tidur bersama, mendorong orang tua untuk meletakkan bayi mereka untuk tidur di tempat tidur untuk mengurangi risiko SIDS (Sindrom Kematian Bayi Mendadak) . Namun, pada akhir 2005, desas-desus bahwa seorang ahli tidur anak terkemuka telah melunakkan penentangannya untuk tidur bersama di sebuah buku baru (dirilis Maret 2006) memicu kontroversi.

Orangtua merasa dibenarkan bahwa Dr. Richard Ferber dilaporkan membalikkan pendiriannya bahwa tidur bersama itu tidak sehat.

Latar Belakang

Secara historis, tidur bersama bayi adalah kebiasaan biasa. Orang tua berbagi tempat tidur dengan anak-anak kecil, dan ketika anak-anak tumbuh, mereka tidur dengan saudara kandung. Namun di zaman modern, prioritas pengasuhan masyarakat Barat menekankan pendekatan yang lebih independen terhadap kebiasaan tidur.

Namun, kecenderungan ke arah Attachment Parenting mendorong kembalinya ke tempat tidur keluarga. Namun, beberapa ahli medis dan orang tua tidak menyukai praktek ini, mengutipnya sebagai risiko SIDS dan mengklaim bahwa itu dapat menimbulkan masalah tidur bagi anak-anak saat mereka tumbuh dewasa.

Percakapan campuran meninggalkan orang tua dalam teka-teki: apakah tidur bersama menguntungkan atau berbahaya? Masalahnya bahkan lebih rumit bagi orang tua kembar dan kelipatan. Meskipun naluri mereka mungkin menarik mereka ke arah gagasan tidur bersama, logistik mengelola kelipatan mungkin membuatnya tidak praktis. Co-tidur banding ke orang tua kelelahan kelipatan, mencari strategi untuk mendapatkan beberapa momen tidur yang berharga. Namun, dengan banyak kembar, kembar tiga dan kelipatan lain yang sudah beresiko untuk SIDS, apakah tidur bersama akan lebih berbahaya?

Alasan untuk Tidak Tidur Bersama

Para ahli menyarankan untuk tidak tidur karena berbagai alasan, termasuk:

Manfaat Co-Sleeping

Pendukung co-sleeping mengklaim banyak manfaat:

Dimana Berdiri

Pada akhirnya, keputusan yang tepat adalah keputusan yang paling cocok untuk keluarga Anda. Berikut beberapa pemikiran untuk membantu Anda memandu keputusan Anda.