Dorong Anak-Anak untuk Menemukan dan Membuat Pola
Anak-anak suka menemukan pola di dunia di sekitar mereka. Bagi mereka, itu memperkuat perasaan aman dan dapat diprediksi. Anda bahkan dapat menemukan bahwa mengubah pola warna atau tindakan akan mengilhami protes pada anak-anak kecil.
Di luar kesejahteraan pola yang mengilhami, penelitian telah menunjukkan bahwa mendorong pemahaman anak tentang pola berkontribusi pada pengembangan berbagai jenis pemikiran matematis.
Ini termasuk menghitung, menyelesaikan masalah, menarik kesimpulan tentang kombinasi angka dan bahkan aljabar.
Pola juga penting untuk pendidikan musik. Menumbuhkan kesadaran pola dapat mengembangkan rasa ritme dan kesadaran komposisi yang menentukan panggung untuk apresiasi dan partisipasi musik.
Selain itu, beberapa penelitian ilmiah menunjukkan bahwa hubungan yang melekat antara matematika dan musik dapat dipupuk pada usia yang sangat muda. Bahkan bayi tampaknya menanggapi pola aural dan somatik seperti halnya anak yang lebih tua merespons pola visual.
Pola Mengajar untuk Anak-Anak
Pola dapat ditemukan di mana-mana, tetapi anak Anda mungkin membutuhkan bantuan Anda mengidentifikasi mereka sebagai pola. Saat mengajar anak Anda untuk membuat pola, ingatlah bagaimana kita memahami pola. Biasanya, ketika kita memikirkan pola, kita berpikir dalam istilah yang paling dasar — mengulangi serangkaian item dalam urutan tertentu.
Misalnya, "apel, pisang, apel, pisang, apel" adalah pola ABA dasar.
Sebaliknya, "apel, apel, pisang, apel, apel, pisang" adalah pola dasar AAB. Item diulang dalam urutan tertentu.
Jika Anda melihat lebih dekat, ada elemen lain yang membuat pola itu juga. Anda dapat menganggapnya sebagai "merah, kuning, merah, kuning, merah," atau sebagai "bola, bulan sabit, bola, bulan sabit, bola" juga.
25 Objek untuk Pola
Ada beberapa permainan yang dapat Anda mainkan untuk membantu memperkuat ide pola, termasuk Kategori: A Circle Game. Namun, ketika Anda mengajari anak Anda untuk membuat pola, selalu baik untuk memiliki berbagai item yang dapat dipilihnya, sehingga ia dapat membuat pola visual dengan cara yang sederhana dan kompleks.
Berikut adalah 25 item yang dapat digunakan untuk membuat pola:
- Manik-manik
- Blok
- Orang-orang
- Suara (tepukan, tepukan, tamparan, tepuk tangan, tepukan, tamparan)
- Stiker
- Sereal
- Daun-daun
- Kaus kaki
- Sepatu
- Bentuk kertas konstruksi
- Spons cetak
- Koin
- Nomor atau huruf busa
- Huruf atau angka magnetik
- Kelereng
- Kancing
- Mainkan-doh dalam berbagai bentuk dan warna
- Potongan-potongan kain
- Perhiasan dekoratif
- Mobil mainan
- Krayon, spidol, atau pensil warna
- Tongkat es loli berwarna
- Dek kartu remi
- Kotak (atau bentuk apa pun) dari kertas pembungkus
- Permen
Banyak dari barang-barang ini dapat diurutkan berdasarkan warna, yang mungkin merupakan kecenderungan alami anak Anda. Namun, perlu diingat bahwa Anda juga dapat mengajarinya untuk menyortir berbagai hal berdasarkan jenis pola lainnya. Misalnya, tombol mungkin memiliki pola ukuran dan manik-manik mungkin memiliki pola bentuk yang berbeda.
Game Pola Sederhana
Anda juga dapat bersenang-senang mencampur berbagai jenis objek dan meminta anak Anda untuk menyelesaikan pola yang Anda buat. Misalnya, jika Anda bermain di luar, Anda mungkin meletakkan "bunga, batu, pinus kerucut, bunga, batu" di teras.
Beri dia salah satu dari masing-masing benda dan biarkan dia mencari tahu apa yang terjadi selanjutnya dalam pola Anda.
Permainan ini dapat dilakukan dengan kumpulan objek apa pun di mana pun Anda berada. Di dapur, Anda mungkin menggunakan pola garpu, sendok, dan pisau saat mengatur meja untuk makan malam. Di pagi hari, Anda mungkin perlu beberapa menit untuk bermain dengan sepatu keluarga Anda. Hanya butuh beberapa menit tetapi dapat melakukan keajaiban untuk memperkuat pelajaran pola Anda.
Pola Ada di Mana-Mana
Pola mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari dan Anda dapat menggunakan pola yang Anda lihat sebagai alat mengajar. Bantu dia mencari pola dalam ukuran, bentuk, tekstur, dan panjang, serta fungsi objek di sekitar Anda.
Ini adalah dasar yang bagus untuk apa yang akan dia pelajari di masa depan.
> Sumber:
> Copley JV. The Young Child and Mathematics. Edisi ke-2. Washington DC: Asosiasi Nasional untuk Pendidikan Muda > Anak-anak >; > 2010.