Orangtua anak-anak berbakat sering terkejut dan cemas ketika anak-anak mereka kurang percaya di sekolah. Ketidakmampuan belajar pada anak-anak berbakat kadang-kadang dapat menyebabkan prestasi yang kurang, tetapi seringkali hanya kurangnya motivasi. Memotivasi beberapa anak berbakat bisa jadi sulit; tidak ada penghargaan atau hukuman yang tampaknya berhasil, terutama untuk anak-anak yang termotivasi secara intrinsik. Apa yang dapat dilakukan orang tua untuk memotivasi anak-anak mereka yang berbakat? Berikut ini delapan ide untuk dicoba.
1 -
Peliharakan Minat Anak AndaUntuk memupuk minat anak Anda, berikan kesempatan kepadanya untuk belajar dan mengeksplorasi minat itu. Misalnya, jika anak Anda suka dinosaurus, dapatkan fakta dan buku fiksi tentang dinosaurus dan kunjungi museum sejarah alam. Jika anak Anda suka musik, dapatkan mainan (atau nyata) instrumen dan pertimbangkan pelajaran musik. Jika anak Anda menyukai sains, dapatkan buku sains dan perangkat sains dan kunjungi museum sains. Anak-anak yang dapat mengeksplorasi minat mereka lebih cenderung menjaga cinta mereka untuk belajar hidup.
2 -
Paparkan Anak Anda ke Ide dan Area BaruKadang-kadang seorang anak tidak memiliki motivasi karena dia belum terkena apa yang mungkin menjadi gairah hidup. Seorang anak yang gairah sejatinya adalah musik tetapi yang tidak pernah memiliki kesempatan untuk menjelajahinya tidak akan mampu membuka gairah itu. Carilah program komunitas, bukan hanya program sekolah. Jangan mengabaikan aktivitas tradisional wanita, seperti menari dan senam, untuk anak laki-laki. Tetap berpikiran terbuka; itu adalah kepentingan anak Anda yang penting.
3 -
Gunakan Tujuan dan Hadiah Jangka PendekTerkadang seorang anak diliputi oleh tugas besar. Bukan tugas yang sulit, tetapi anak mungkin tidak dapat melihat cahaya di ujung terowongan. Daripada memulai tugas, seorang anak akan menyerah sebelum dia memulai. Bantu anak Anda melihat tugas sebagai serangkaian tugas yang lebih kecil. Buat setiap tugas kecil sebagai tujuan dan cobalah menetapkan hadiah untuk tujuan itu. Kadang-kadang hadiah tidak akan diperlukan setelah seorang anak dapat melihat tugasnya sebagai tugas yang dapat dikelola.
4 -
Bantu Anak Anda Belajar Mengatur WaktuKetika mereka mulai bersekolah, anak-anak berbakat biasanya memiliki sedikit masalah dengan pekerjaan. Mereka belajar dengan cepat dan mudah. Sementara itu mungkin terdengar seperti keuntungan nyata, itu dapat menyebabkan masalah. Anak-anak ini mungkin tidak pernah belajar mengatur waktu mereka untuk menyelesaikan pekerjaan. Pada titik tertentu, baik di sekolah menengah atau perguruan tinggi, mereka mungkin merasa kewalahan oleh pekerjaan yang harus mereka selesaikan dan tidak tahu bagaimana mengatur waktu untuk menyelesaikan tugas. Ajari anak Anda cara membuat dan menggunakan jadwal manajemen waktu.
5 -
Pujilah Upaya Anak AndaAnak-anak berbakat terkadang kesulitan menghubungkan usaha pribadi dengan prestasi. Banyak dari apa yang mereka lakukan dan pelajari datang dengan mudah kepada mereka, sehingga mereka dapat mencapainya dengan sedikit usaha. Untuk membantu seorang anak berhasil, pujilah upaya-upaya untuk berhasil dan buat pujian itu spesifik. Misalnya, alih-alih mengatakan "Kerja bagus," lebih baik mengatakan sesuatu seperti, "Anda bekerja keras dalam proyek sains Anda; Anda benar-benar mendapatkan A itu ." Namun, hindari kebalikannya: jangan mengatakan hal-hal seperti, "Jika Anda bekerja lebih keras, Anda akan lebih baik."
6 -
Bantu Anak Anda MengendalikanPecinta berprestasi yang berbakat terkadang melihat pencapaian sebagai sesuatu yang di luar kendali mereka. Jika mereka berhasil, itu karena keberuntungan atau faktor eksternal lainnya. Sikap ini membuat mereka merasa usaha itu tidak ada gunanya. Memuji upaya mereka dapat membantu, tetapi anak-anak ini juga perlu memahami peran tanggung jawab pribadi dalam keberhasilan. Cara Anda berbicara tentang hidup Anda sendiri mengirimkan pesan. Mengeluh tentang atasan Anda atau menyalahkan atasan Anda karena kurangnya kesuksesan Anda di tempat kerja mengirimkan pesan yang salah.
7 -
Jaga Sikap Positif Tentang SekolahAnak-anak perlu melihat bahwa orang tua mereka menghargai pendidikan. Bahkan jika masalah anak di sekolah adalah kesalahan sekolah atau guru, Anda harus berhati-hati terhadap apa yang Anda katakan. Sikap negatif terhadap sekolah, secara umum, akan ditransfer ke anak Anda. Jika sekolah adalah masalah, Anda dapat menunjukkan bahwa meskipun masalah dapat terjadi, pendidikan masih berharga dan usaha pada akhirnya akan mengarah pada kesuksesan. Menyalahkan sekolah akan memungkinkan anak untuk menghindari tanggung jawab pribadi.
8 -
Bantu Anak Anda Membuat Koneksi Antara Pekerjaan Sekolah dan MinatnyaKadang-kadang anak-anak kurang motivasi karena mereka tidak melihat hubungan antara pekerjaan yang diminta untuk mereka lakukan dan tujuan dan minat mereka. Seorang anak yang ingin menjadi astronot harus tahu bahwa matematika dan sains penting dalam pekerjaan itu. Sedikit riset mungkin diperlukan untuk menemukan persyaratan untuk berbagai pekerjaan. Namun, anak-anak berbakat yang tidak termotivasi umumnya tidak fokus pada apa pun kecuali saat ini. Dua minggu di masa depan bahkan sulit bagi sebagian dari mereka untuk dibayangkan.
9 -
Ubah Pekerjaan Rumah Menjadi Permainan KreatifAnak-anak berbakat menyukai tantangan, jadi dengan mengubah pekerjaan rumah yang membosankan menjadi permainan yang menantang, Anda bisa membuat anak Anda melakukannya. Beberapa anak suka berlomba, jadi Anda dapat meminta mereka untuk melihat seberapa cepat mereka dapat menyelesaikannya - tanpa kesalahan. Memeriksa pekerjaan mereka memungkinkan mereka melihat Anda peduli tentang itu. Pendekatan kreatif lain untuk pekerjaan rumah adalah menghubungkannya dengan minat. Sebagai contoh, lembar kerja matematika membosankan dapat menjadi tugas decoding dari misi luar angkasa astronot ke Mars. Kecuali pekerjaan dilakukan dengan benar, misi akan gagal. Bahkan kesalahan terkecil pun bisa menciptakan masalah yang dapat menyebabkan misi gagal.
10 -
Ingatlah bahwa Motivasi Tidak Selalu Tentang Prestasi SekolahKita sering menyamakan motivasi dengan prestasi sekolah. Namun, penting untuk dicatat bahwa beberapa anak sangat termotivasi untuk mencapai tujuan, tetapi tujuan tersebut tidak berhubungan dengan sekolah. Seorang remaja berbakat, misalnya, mungkin lebih tertarik dalam menciptakan program komunitas relawan untuk orang tua atau bagi yang kurang mampu.
Prestasi Bukan Motivasi
Penting untuk mengingat bahwa sementara Anda mungkin membuat anak Anda menyelesaikan pekerjaan rumah, ia mungkin tidak akan pernah benar-benar termotivasi untuk melakukannya.