Apa itu Moro Refleks?

Refleks Moro, juga dikenal sebagai refleks kejut, adalah respons tak sadar yang hadir saat lahir dan biasanya menghilang antara usia 3 hingga 6 bulan. Refleks terjadi ketika seorang bayi dikejutkan oleh suara keras atau stimulus lingkungan lainnya atau merasa bahwa dia jatuh. Refleks menyebabkan bayi untuk memperpanjang lengan, kaki, dan jari-jari dan melengkungkan punggung.

Para ahli menyarankan bahwa refleks Moro berevolusi untuk membantu menjaga bayi lebih dekat dengan figur protektif dan untuk menghindari jatuh. Kurangnya respon refleks Moro pada bayi muda dapat menunjukkan masalah pendengaran, gangguan sistem motorik, atau gangguan yang mempengaruhi sistem saraf pusat.

Mengapa Psikolog Tertarik dengan Moro Refleks?

Refleks Moro tentu menarik, tetapi mengapa hal itu menarik minat para psikolog? Ketika berusaha memahami perkembangan manusia, para psikolog sering memulai dengan memeriksa apa yang dapat dan tidak dapat dilakukan oleh bayi. Bayi yang sangat muda tidak dapat membalikkan, makan sendiri, atau bahkan mengangkat kepala mereka sendiri. Ketika memeriksa kapasitas mental bayi, psikolog fokus pada memeriksa apa yang mereka mampu lakukan dan bagaimana mereka menanggapi rangsangan yang berbeda di lingkungan.

Dengan melihat beberapa refleks bayi adaptif seperti refleks Moro, refleks rooting, dan refleks menggenggam, para peneliti dapat lebih memahami bagaimana bayi merespons dunia di sekitar mereka.

Lebih Banyak Definisi Psikologi: Kamus Psikologi

Referensi

Berk, LE (2009). Child Development (ed. 8). Boston: Pearson. ISBN 978-0-205-61559-9.

Kalat, JW, & Shiota, MN (2007). Emosi. Belmont, CA: Thompson dan Wadsworth.