4 Tips untuk Membantu Anak Berbakat Anda Tertidur

Karakteristik umum anak berbakat adalah kebutuhan mereka untuk kurang tidur dibandingkan anak-anak lain. Apa yang tidak begitu umum dicatat, tetapi umumnya terjadi, adalah kesulitan banyak anak-anak berbakat yang telah tertidur.

Mengapa Seorang Anak Mungkin Memiliki Kesulitan Tertidur

  1. Tidak lelah
    Ya, itu bisa sesederhana itu. Karena beberapa anak yang berbakat tidak perlu tidur sebanyak anak-anak lain, mereka mungkin tidak akan lelah ketika orang tua mereka menidurkannya dan ingin mereka tidur.
  1. Perlu Lebih Banyak Waktu Sendiri untuk Wind Down
    Jika seorang anak adalah seorang introvert, dia mungkin membutuhkan waktu ekstra sendirian untuk beristirahat dari hari. Tidur tidak akan cepat datang karena anak perlu waktu untuk berefleksi.
  2. Otak Tidak Akan "Shut Down"
    Seorang anak yang berbakat sering mengeluh kepada orang tuanya bahwa otaknya tidak akan berhenti bekerja. Dia bahkan akan mengatakan hal-hal seperti, "Otak saya tidak akan mati" atau "Otak saya tidak akan membiarkan saya tidur."

Tips untuk Membantu Anak Anda Tidur

Seperti kebanyakan nasihat yang ditemukan di buku-buku pengasuhan yang biasa, saran untuk membantu anak-anak tertidur tidak selalu berhasil. Tentu saja, tidak ada salahnya untuk mencobanya, tetapi jangan terkejut jika anak Anda masih kesulitan tidur. Berikut beberapa saran untuk dicoba:

  1. Berfokuslah pada Santai, daripada Meninggal Tidur
    Seorang anak tidak bisa lagi akan tertidur daripada orang dewasa. Bahkan, semakin keras kita mencoba tertidur, semakin sulit untuk tidur. Daripada bersikeras pada waktu tertentu untuk menyalakan lampu dan pergi tidur, bersikeras pada waktu tertentu untuk berada di tempat tidur dan tetap di tempat tidur, waktu untuk kegiatan yang tenang dan damai, seperti membaca, melihat buku, atau mendengarkan musik lembut . Keluar dari tempat tidur tidak diperbolehkan.
  1. Jadikan Waktu Tidur Lebih Lama
    Beberapa anak membutuhkan lebih banyak waktu untuk beristirahat dari kegiatan hari itu. Jika waktu tidur anak-anak biasanya adalah 8:00 dengan lampu keluar pada pukul 8:30, orang tua dapat memindahkan waktu tidur menjadi 7:30 dan memungkinkan otak anak lebih banyak waktu untuk tenang. Ini sangat penting bagi introvert. Waktunya haruslah waktu sendiri, bukan waktu yang dihabiskan untuk berbicara dengan saudara atau orang tua. Ini bisa lebih sulit bagi anak-anak yang berbagi kamar, terutama jika mereka berbagi kamar dengan saudara yang ekstrover yang perlu bicara!
  1. Buat atau Beli "Tenda Tempat Tidur" untuk Privasi
    Kehidupan batin seorang anak yang berbakat dapat membuatnya sulit baginya untuk tidur, tetapi dunia luar dapat mencegah seorang anak tertidur juga. Ada terlalu banyak gangguan, terlalu banyak pemandangan dan suara. Untuk menghilangkan beberapa gangguan ini, orang tua dapat membuat "tenda tidur." Atau bagi orang tua yang ingin dan dapat membeli sesuatu yang sedikit lebih mewah dan tentu saja lebih mudah, tenda siap pakai tersedia. Tenda tempat tidur adalah tenda berukuran kecil dan ringan yang alasnya pas di atas tempat tidur anak seperti seprai. Tenda tempat tidur memiliki ventilasi dan dapat tetap terbuka atau ditutup ritsleting. Mereka dibuat agar terlihat seperti mobil, kumbang, kereta api, atau "istana."
  2. Menyediakan Tombol On / Off Otak
    Tidak, tentu saja, tombolnya tidak akan benar-benar mematikan otak, tetapi kadang-kadang seorang anak hanya membutuhkan prop - imajiner atau nyata - untuk membantu dia mematikan otak. Beberapa anak dapat membayangkan bahwa otak mereka seperti komputer dan mereka hanya perlu melalui proses shutdown. Beberapa anak membayangkan mengklik ganda pada "tombol otak" mereka. Dan beberapa anak dapat menggunakan lampu lama (dengan kabelnya dilepas) sebagai sakelar hidup / mati. Apa pun yang diklik dapat berfungsi sebagai penyangga untuk tombol otak. Bahkan jika trik ini tidak selalu berhasil, itu berfungsi dengan baik sebagai metafora untuk anak dan orang tua. Dan itu menyenangkan. Anehnya, kadang-kadang itu benar-benar bekerja! Ini dapat membantu anak menenangkan aktivitas otak mereka.

A Sedikit "Don'ts"